Kurangi risiko, Pemkot Pekalongan perkuat program mitigasi bencana
Sabtu, 27 November 2021 23:22 WIB
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djuniad saat memberikan pengarahan pada pemangku kepentingan dan masyarakat untuk melakukan penguatan mitigasi bencana. (ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan)
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, melakukan penguatan program mitigasi bencana dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan maupun elemen masyarakat untuk mengenali kondisi daerahnya termasuk memprediksi ancaman bencana.
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djuniad di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa penanganan bencana alam merupakan tugas bersama dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja melainkan lintas sektor dan masyarakat.
"Oleh karena itu, perlu deteksi dini mitigasi bencana melalui sistem komunikasi dan koordinasi yang baik agar bisa membantu 'stakeholder' dalam penanganan bencana," katanya.
Ia mengajak elemen masyarakat bersama-sama mengantisipasi dan meningkatkan koordinasi dalam mengenali potensi bencana di masing-masing wilayahnya.
Selain itu, kata dia, elemen masyarakat juga perlu menyiapkan sarana dan prasarana penunjang seperti pendirian posko dapur umum, tempat umum, maupun logistik sejak dini.
Baca juga: Pemkot Pekalongan penuhi layanan dasar pengungsi banjir
"Mari bersama-sama mengantisipasi bencana agar tidak terjadi secara meluas maupun berdampak lebih besar. Ini artinya seluruh warga bergotong-royong dan berkoordinasi mana saja tempat yang memang masih rawan bencana dan persiapan dapur umum, tempat pengungsian, semuanya harus dikoordinasi dari sekarang," katanya.
Menurut dia, potensi banjir pada tahun ini kemungkinan masih ada karena intensitas curah hujan yang masih cukup tinggi dan kondisi di beberapa wilayah dan perkampungan sudah tergenang banjir hingga 30 centimeter.
"Oleh karena itu, koordinasi antara seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar bencana ini tidak menimbulkan dampak yang lebih besar," kata Afzan yang akrab disapa Aaf.
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djuniad di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa penanganan bencana alam merupakan tugas bersama dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja melainkan lintas sektor dan masyarakat.
"Oleh karena itu, perlu deteksi dini mitigasi bencana melalui sistem komunikasi dan koordinasi yang baik agar bisa membantu 'stakeholder' dalam penanganan bencana," katanya.
Ia mengajak elemen masyarakat bersama-sama mengantisipasi dan meningkatkan koordinasi dalam mengenali potensi bencana di masing-masing wilayahnya.
Selain itu, kata dia, elemen masyarakat juga perlu menyiapkan sarana dan prasarana penunjang seperti pendirian posko dapur umum, tempat umum, maupun logistik sejak dini.
Baca juga: Pemkot Pekalongan penuhi layanan dasar pengungsi banjir
"Mari bersama-sama mengantisipasi bencana agar tidak terjadi secara meluas maupun berdampak lebih besar. Ini artinya seluruh warga bergotong-royong dan berkoordinasi mana saja tempat yang memang masih rawan bencana dan persiapan dapur umum, tempat pengungsian, semuanya harus dikoordinasi dari sekarang," katanya.
Menurut dia, potensi banjir pada tahun ini kemungkinan masih ada karena intensitas curah hujan yang masih cukup tinggi dan kondisi di beberapa wilayah dan perkampungan sudah tergenang banjir hingga 30 centimeter.
"Oleh karena itu, koordinasi antara seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar bencana ini tidak menimbulkan dampak yang lebih besar," kata Afzan yang akrab disapa Aaf.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Wisnu Adhi Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Pekalongan sediakan lahan 3,6 hektare untuk proyek pengelolaan sampah jadi energi listrik
29 April 2026 18:49 WIB