Logo Header Antaranews Jateng

Pekalongan fokuskan penguatan infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi

Senin, 27 April 2026 22:04 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan Sukirman (kiri) bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pekalongan Abdul Munir di Pekalongan, belum lama ini. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Pekalongan)

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memfokuskan pembangunan infrastruktur ruas jalan yang rusak sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan Sukirman di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan arah kebijakan pembangunan daerah 2027 untuk penguatan infrastruktur dasar yang merata.

"Kualitas infrastruktur memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Jika infrastruktur dasar kuat maka pertumbuhan ekonomi daerah juga akan semakin baik," katanya.

Menurut dia, pemerintah daerah telah mulai melakukan evaluasi dan penataan program sejak 2026 sebagai langkah awal menuju realisasi yang lebih optimal untuk tahun berikutnya.

Namun demikian, kata dia, dengan adanya keterbatasan anggaran maka tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

"Oleh karena itu, kami berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, serta partisipasi masyarakat dalam menyusun prioritas pembangunan. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk menampung aspirasi masyarakat yang nantinya akan menjadi dasar penentuan program prioritas," katanya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pekalongan Abdul Munir mengatakan kondisi kerusakan jalan perlu penanganan serius dan terukur.

Tantangan utama dalam penanganan kerusakan jalan, kata dia, adalah keterbatasan kemampuan fiskal daerah yang anggaran setiap tahun masih belum mampu mengimbangi kebutuhan perbaikan jalan.

"Untuk memperbaiki seluruh ruas jalan agar kembali dalam kondisi baik tentu dibutuhkan anggaran yang besar. Padahal alokasi dana untuk sektor jalan masih relatif kecil bahkan pada tahun ini realisasinya belum optimal," katanya.




Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026