Dinkes Banyumas klaim kasus penularan COVID-19 cenderung menurun
Kamis, 5 Agustus 2021 15:47 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto. ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto (ANTARA) - Kasus penularan COVID-19 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, cenderung menurun jika dibandingkan dengan kondisi beberapa pekan sebelumnya, kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas Sadiyanto.
"Hal itu terlihat dari tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) untuk isolasi pasien COVID-19 di rumah sakit yang saat ini berkisar 76-78 persen meskipun untuk ICU (Intensive Care Unit) masih di atas 80 persen," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis.
Menurut dia, tingkat keterisian tempat tidur tersebut menunjukkan adanya penurunan jika dibanding dengan beberapa pekan sebelumnya yang cukup lama bertengger di atas angka 90 persen.
Baca juga: Temanggung genjot vaksinasi COVID-19 bagi remaja dan usia lanjut
Bahkan, kata dia, tingkat keterisian tempat tidur untuk isolasi maupun ICU yang mencapai lebih dari 90 persen itu bertahan hampir selama dua pekan.
Ia mengatakan secara keseluruhan, tempat tidur untuk menangani pasien COVID-19 di Banyumas mencapai kisaran 1.300 unit sehingga dengan adanya penurunan tersebut, ketersediaannya masih mencukupi kebutuhan.
"Tetapi betul setelah dua kali masa inkubasi 14 hari memang ada penurunan, melandai, dan sekarang BOR-nya untuk isolasi berkisar 76-78 persen, sedangkan untuk ICU masih di atas 80 persen," katanya menegaskan.
Selain itu, kata dia, jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia dalam dua hari terakhir rata-rata di bawah 20 orang, sebelumnya bisa lebih dari 20 orang per hari.
Demikian pula dengan angka kasus positif aktif dalam beberapa hari terakhir menurun di kisaran angka 200 orang per hari, sedangkan sebelumnya mencapai kisaran 600-700 per hari.
Dalam hal ini, kasus positif aktif baru pada tanggal 4 Agustus 2021 tercatat sebanyak 245 orang, sedangkan yang meninggal dunia 18 orang.
"Selain karena faktor alamiah, penurunan kasus penularan COVID-19 ini juga karena adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). PPKM juga mendukung karena yang namanya membatasi orang berkerumun, pasti mengurangi penularan," kata Sadiyanto.
Ia mengatakan dengan adanya penurunan kasus COVID-19 tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas belum berencana untuk menambah rumah sakit darurat lagi.
Menurut dia, rumah sakit darurat tersebut cukup di Hotel Rosenda Baturraden dan gedung bakal rumah sakit milik Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Baca juga: Banyumas jadikan Hotel Tiara tempat karantina bagi ibu hamil
Baca juga: Pemerintah Jateng mulai laksanakan vaksinasi "booster" untuk tenaga kesehatan
"Hal itu terlihat dari tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) untuk isolasi pasien COVID-19 di rumah sakit yang saat ini berkisar 76-78 persen meskipun untuk ICU (Intensive Care Unit) masih di atas 80 persen," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis.
Menurut dia, tingkat keterisian tempat tidur tersebut menunjukkan adanya penurunan jika dibanding dengan beberapa pekan sebelumnya yang cukup lama bertengger di atas angka 90 persen.
Baca juga: Temanggung genjot vaksinasi COVID-19 bagi remaja dan usia lanjut
Bahkan, kata dia, tingkat keterisian tempat tidur untuk isolasi maupun ICU yang mencapai lebih dari 90 persen itu bertahan hampir selama dua pekan.
Ia mengatakan secara keseluruhan, tempat tidur untuk menangani pasien COVID-19 di Banyumas mencapai kisaran 1.300 unit sehingga dengan adanya penurunan tersebut, ketersediaannya masih mencukupi kebutuhan.
"Tetapi betul setelah dua kali masa inkubasi 14 hari memang ada penurunan, melandai, dan sekarang BOR-nya untuk isolasi berkisar 76-78 persen, sedangkan untuk ICU masih di atas 80 persen," katanya menegaskan.
Selain itu, kata dia, jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia dalam dua hari terakhir rata-rata di bawah 20 orang, sebelumnya bisa lebih dari 20 orang per hari.
Demikian pula dengan angka kasus positif aktif dalam beberapa hari terakhir menurun di kisaran angka 200 orang per hari, sedangkan sebelumnya mencapai kisaran 600-700 per hari.
Dalam hal ini, kasus positif aktif baru pada tanggal 4 Agustus 2021 tercatat sebanyak 245 orang, sedangkan yang meninggal dunia 18 orang.
"Selain karena faktor alamiah, penurunan kasus penularan COVID-19 ini juga karena adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). PPKM juga mendukung karena yang namanya membatasi orang berkerumun, pasti mengurangi penularan," kata Sadiyanto.
Ia mengatakan dengan adanya penurunan kasus COVID-19 tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas belum berencana untuk menambah rumah sakit darurat lagi.
Menurut dia, rumah sakit darurat tersebut cukup di Hotel Rosenda Baturraden dan gedung bakal rumah sakit milik Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Baca juga: Banyumas jadikan Hotel Tiara tempat karantina bagi ibu hamil
Baca juga: Pemerintah Jateng mulai laksanakan vaksinasi "booster" untuk tenaga kesehatan
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan belajar pengelolaan sampah terintegrasi di Banyumas
03 February 2026 13:12 WIB
Bupati: Pengelolaan sampah di Banyumas kini dikembangkan berbasis ekonomi sirkular
03 February 2026 13:08 WIB
Atlet menembak asal Banyumas borong tujuh medali di Panglima Kopassus Cup 2026
02 February 2026 13:44 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB