IDI Solo: 13 dokter meninggal akibat terpapar COVID-19
Selasa, 20 Juli 2021 3:54 WIB
Ilustrasi-Salah satu tenaga kesehatan sedang memberikan suntikan vaksin kepada warga. Tenaga kesehatan menjadi kelompok dengan risiko tinggi terpapar COVID-19. ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Solo, Jawa Tengah mencatat dari sejak awal keberadaan virus Corona diumumkan oleh pemerintah hingga saat ini sebanyak 13 dokter yang bertugas di Kota Surakarta meninggal dunia akibat COVID-19.
"Mereka ini di antaranya dari radiologi, jiwa, saraf, obsgyn, anestesi, dan umum. Yang paling banyak dari dokter umum, yakni sebanyak tujuh dokter," kata Ketua IDI Solo Adji Suwandono di Solo, Senin.
Menurut dia, dokter yang meninggal dunia tersebut rata-rata berusia di atas 50 tahun. Sementara itu, saat ini masih ada sebanyak 20 dokter yang menjalani isolasi mandiri dan sembilan dokter lain sedang dirawat di rumah sakit.
Baca juga: Dokter RSUD Temanggung meninggal terpapar COVID-19
Baca juga: Sudah 35 dokter di Jateng meninggal akibat COVID-19
Ia mengakui kondisi tersebut tidak mudah karena dokter spesialis yang meninggal dunia tidak serta merta bisa digantikan oleh dokter lain. Terkait dengan dokter relawan, menurut dia harus dibahas di tingkat pusat untuk memastikan profil relawan tersebut.
"Relawannya yang seperti apa, apakah koas yang hampir selesai ataukah yang sudah dokter tetapi ranahnya residen atau calon spesialis. Ini memang baru kami diskusikan bersama, misalnya ada spesialis internis atau penyakit dalam, yang menggantikan idealnya ya spesialis dalam lain," katanya.
Senada, Direktur Utama Rumah Sakit Bung Karno (RSBK) Surakarta Wahyu Indianto mengatakan RSBK merupakan salah satu rumah sakit yang ketat dalam menerapkan prosedur pengamanan.
"Khususnya di ruang isolasi, tidak ada orang yang bisa masuk maupun keluar. Petugas pun demikian, harus mengikuti prosedur. Ini termasuk di IDG maupun poli namun masih juga kami kecolongan," katanya.
Ia mengatakan belum lama ini ada beberapa tenaga kesehatan termasuk dokter yang menangani COVID-29 ikut terpapar virus tersebut.
"Malah kemarin dokter yang menangani COVID-19 kena semua, karena memang mereka kelelahan sehingga imun turun. Saya sempat minta bantuan dari RSUD Moewardi untuk mengisi kekosongan tenaga dokter ini tetapi belum sempat dokternya datang ternyata sudah ada satu dokter kami yang dinyatakan negatif sehingga bisa kembali bertugas," katanya.
Baca juga: IDI: 237 dokter wafat karena COVID-19
"Mereka ini di antaranya dari radiologi, jiwa, saraf, obsgyn, anestesi, dan umum. Yang paling banyak dari dokter umum, yakni sebanyak tujuh dokter," kata Ketua IDI Solo Adji Suwandono di Solo, Senin.
Menurut dia, dokter yang meninggal dunia tersebut rata-rata berusia di atas 50 tahun. Sementara itu, saat ini masih ada sebanyak 20 dokter yang menjalani isolasi mandiri dan sembilan dokter lain sedang dirawat di rumah sakit.
Baca juga: Dokter RSUD Temanggung meninggal terpapar COVID-19
Baca juga: Sudah 35 dokter di Jateng meninggal akibat COVID-19
Ia mengakui kondisi tersebut tidak mudah karena dokter spesialis yang meninggal dunia tidak serta merta bisa digantikan oleh dokter lain. Terkait dengan dokter relawan, menurut dia harus dibahas di tingkat pusat untuk memastikan profil relawan tersebut.
"Relawannya yang seperti apa, apakah koas yang hampir selesai ataukah yang sudah dokter tetapi ranahnya residen atau calon spesialis. Ini memang baru kami diskusikan bersama, misalnya ada spesialis internis atau penyakit dalam, yang menggantikan idealnya ya spesialis dalam lain," katanya.
Senada, Direktur Utama Rumah Sakit Bung Karno (RSBK) Surakarta Wahyu Indianto mengatakan RSBK merupakan salah satu rumah sakit yang ketat dalam menerapkan prosedur pengamanan.
"Khususnya di ruang isolasi, tidak ada orang yang bisa masuk maupun keluar. Petugas pun demikian, harus mengikuti prosedur. Ini termasuk di IDG maupun poli namun masih juga kami kecolongan," katanya.
Ia mengatakan belum lama ini ada beberapa tenaga kesehatan termasuk dokter yang menangani COVID-29 ikut terpapar virus tersebut.
"Malah kemarin dokter yang menangani COVID-19 kena semua, karena memang mereka kelelahan sehingga imun turun. Saya sempat minta bantuan dari RSUD Moewardi untuk mengisi kekosongan tenaga dokter ini tetapi belum sempat dokternya datang ternyata sudah ada satu dokter kami yang dinyatakan negatif sehingga bisa kembali bertugas," katanya.
Baca juga: IDI: 237 dokter wafat karena COVID-19
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
30 dokter baru UMS resmi dilantik, layani pasien dengan senyum dan kesabaran
04 March 2026 17:28 WIB
Gabungkan sains dan spiritualitas, FK UMS cetak dokter profesional dan berintegritas
24 February 2026 16:16 WIB
Polisi Banyumas ungkap kasus penggelapan kendaraan bermotor berawal dari aplikasi kencan
24 February 2026 8:33 WIB
Pemkot Semarang tangani lubang besar di Jalan Dokter Wahidin akibat tanah ambles
23 February 2026 15:37 WIB
Wagub Jateng: : Program speling dekatkan layanan dokter spesialis ke desa
14 February 2026 16:28 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
FKG UMS perkenalkan aplikasi "GigiMu" sebagai inovasi edukasi kesehatan gigi anak
04 May 2026 8:11 WIB