Tabung oksigen dari Singapura mendarat di Bandara Adi Soemarmo
Minggu, 18 Juli 2021 2:53 WIB
Tabung oksigen dari Singapura mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Sabtu (17/7/2021). ANTARA/HO-Humas Bandara Adi Soemarmo
Boyolali (ANTARA) - Tabung oksigen dari Singapura telah mendarat di Bandara Adi Soemarmo Boyolali dengan dibawa oleh pesawat carter kargo PT My Indo Airlines pada Sabtu.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Yani Ajat Hermawan di Boyolali, Sabtu mengatakan pesawat dengan nomor penerbangan B-737-300/400F tersebut memuat barang kargo berupa oksigen seberat 14.175 ton untuk Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta.
"Total oksigen yang dimuat pesawat ini adalah seberat 14.175 ton atau 200 tabung oksigen," katanya.
Ia mengatakan hingga saat ini tabung oksigen tersebut masih berada di terminal logistik Bandara Adi Soemarmo.
"Masih menunggu pengambilan dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta," katanya.
Sementara itu, pada penerimaan barang kargo tersebut juga dihadiri dan diperiksa dari pihak Imigrasi, pihak Bea Cukai, dan Groundhandling.
Pada kesempatan yang sama, Manajer Cabang Angkasa Pura Logistik Surakarta Anjar Pramono mengatakan saat ini tabung oksigen masih berada di terminal kargo untuk pengurusan kepabeanan.
Sebelumnya diberitakan, Kota Solo masih mengalami krisis oksigen untuk penanganan pasien COVID-19.
"Hampir tiap malam saya masih terus menerima laporan dari rumah sakit-rumah sakit, ada yang stoknya tinggal untuk dua jam dan sebagainya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Siti Wahyuningsih.
Terkait hal tersebut, pihaknya sudah berupaya melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan kelancaran pengangkutan oksigen tersebut.
"Saya memang sudah berkoordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Polres, Dinas Perhubungan untuk angkutannya. Kami tidak diam di rumah sakit dan menunggu diantar, tetapi kami ambil ke Kendal, ke Semarang," katanya.
Ia mengatakan gerak cepat tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan pasien. "Ini kan berpacu dengan nyawa," katanya.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Yani Ajat Hermawan di Boyolali, Sabtu mengatakan pesawat dengan nomor penerbangan B-737-300/400F tersebut memuat barang kargo berupa oksigen seberat 14.175 ton untuk Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta.
"Total oksigen yang dimuat pesawat ini adalah seberat 14.175 ton atau 200 tabung oksigen," katanya.
Ia mengatakan hingga saat ini tabung oksigen tersebut masih berada di terminal logistik Bandara Adi Soemarmo.
"Masih menunggu pengambilan dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta," katanya.
Sementara itu, pada penerimaan barang kargo tersebut juga dihadiri dan diperiksa dari pihak Imigrasi, pihak Bea Cukai, dan Groundhandling.
Pada kesempatan yang sama, Manajer Cabang Angkasa Pura Logistik Surakarta Anjar Pramono mengatakan saat ini tabung oksigen masih berada di terminal kargo untuk pengurusan kepabeanan.
Sebelumnya diberitakan, Kota Solo masih mengalami krisis oksigen untuk penanganan pasien COVID-19.
"Hampir tiap malam saya masih terus menerima laporan dari rumah sakit-rumah sakit, ada yang stoknya tinggal untuk dua jam dan sebagainya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Siti Wahyuningsih.
Terkait hal tersebut, pihaknya sudah berupaya melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan kelancaran pengangkutan oksigen tersebut.
"Saya memang sudah berkoordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Polres, Dinas Perhubungan untuk angkutannya. Kami tidak diam di rumah sakit dan menunggu diantar, tetapi kami ambil ke Kendal, ke Semarang," katanya.
Ia mengatakan gerak cepat tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan pasien. "Ini kan berpacu dengan nyawa," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jateng optimistis PT Samator bisa mencukupi kebutuhan oksigen daerah
30 September 2024 20:25 WIB, 2024
Indosat gandeng Undip wujudkan digitalisasi konservasi mangrove gunakan IoT
27 May 2024 15:47 WIB, 2024
Anteraja bantu sebarkan tabung oksigen untuk penanganan COVID-19 di Indonesia
14 September 2021 20:09 WIB, 2021
Antisipasi kekurangan, Djarum Foundatiom donasikan 1.000 unit konsetrator oksigen
11 September 2021 4:50 WIB, 2021
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
FKG UMS perkenalkan aplikasi "GigiMu" sebagai inovasi edukasi kesehatan gigi anak
04 May 2026 8:11 WIB