Perubahan perilaku masyarakat tentukan kesuksesan pengendalian Covid-19
Pengendara sepeda motor menggunakan masker melintas di jalan Hos Cokroaminoto, Mataram, NTB, Rabu (2/6/2021). Menurut data Satgas COVID-19 Provinsi NTB mencatat dua minggu pascalebaran pada Senin (31/5) terjadi lonjakan penambahan kasus baru positif COVID-19 sebanyak 139 kasus, dengan adanya tambahan tersebut maka jumlah pasien positif COVID-19 di Provinsi NTB menjadi 13.550 orang dengan rincian 12.467 orang sudah sembuh, 604 meninggal dunia dan 479 orang masih positif.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/Nz
"Upaya keras membentuk kekebalan kelompok di satu wilayah harus didukung penuh semua pihak, namun pembenahan sikap dan tindakan masyarakat yang sejalan dengan upaya pengendalian Covid-19 juga mendesak untuk dilakukan," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Kamis.
Saat ini, jelas Lestari, pemerintah sedang berupaya membangun kekebalan kelompok di sejumlah daerah dengan gencar melaksanakan vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat di sejumlah wilayah dengan berbagai macam latar belakang profesi.
Setelah melaksanakan vaksinasi Covid-19 di kalangan tenaga kesehatan dan tenaga pendidik, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, pemerintah juga melakukan vaksinasi terhadap petugas pelayanan publik seperti pekerja di sektor transportasi, sektor perdagangan, sektor jasa keuangan, dan sejumlah petugas di sektor lainnya.
Namun, tegas Rerie, hal terpenting yang juga harus direalisasikan adalah mengubah perilaku masyarakat untuk peduli terhadap upaya pengendalian Covid-19 lewat disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes), memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan dalam keseharian.
Upaya mengubah sikap dan perilaku masyarakat agar mampu disiplin prokes dalam keseharian, menurut anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, membutuhkan konsistensi dan strategi yang terukur.
Upaya mensosialisasikan secara masif pengetahuan terkait apa dan bagaimana Covid-19, menurut Rerie, bisa menjadi dasar membangun kesadaran masyarakat betapa pentingnya melakukan pencegahan Covid-19.
Bila masyarakat sudah menyadari bahayanya terpapar Covid-19, jelas Rerie, tentu akan berpengaruh pada sikap masyarakat untuk kemudian diwujudkan dalam bentuk tindakan dan perubahan perilaku.
Rerie sangat berharap, upaya-upaya terukur dan sistematis dalam mendorong perubahan sikap masyarakat agar lebih peduli dalam penanggulangan Covid-19 di Tanah Air, harus segera dilakukan.
Sangat disayangkan, tambahnya, pasca-Lebaran tahun ini ledakan jumlah positif Covid-19 di sejumlah daerah antara lain dipicu munculnya klaster keluarga seperti terjadi Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat; DKI Jakarta; Klaten, Jawa Tengah dan Banten.
Menurut Rerie, upaya menanamkan pemahaman tentang Covid-19 harus dimulai dari lingkungan terkecil masyarakat, yaitu keluarga, RT, RW, Kelurahan, sampai wilayah yang lebih luas, hingga akhirnya terbentuk norma baru keseharian yang sesuai dengan Prokes Covid-19.
Para pemangku kepentingan dan masyarakat, tegas Rerie, harus berkolaborasi untuk mewujudkan perubahan perilaku dalam keseharian masyarakat.***
Pewarta : Zaenal
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkes: Perubahan rujukan berbasis kompetensi dalam JKN berlaku mulai 2026
18 November 2025 16:18 WIB
Dinkes Purbalingga: Perubahan alur rujukan BPJS Kesehatan beri efisiensi layanan
14 November 2025 14:34 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
FKG UMS perkenalkan aplikasi "GigiMu" sebagai inovasi edukasi kesehatan gigi anak
04 May 2026 8:11 WIB