Evaluasi distribusi KIS, BPJS Kesehatan Semarang cek langsung ke peserta
Jumat, 7 Mei 2021 15:51 WIB
Petugas BPJS Kesehatan melakukan spotcheck kartu. Spotcheck merupakan kegiatan rutin setelah dilakukan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) khususnya Penerima Bantuan Iuran (PBI). Spotcheck dimaksudkan untuk memastikan telah diterimanya kartu JKN-KIS secara tepat sasaran dan memastikan data yang tertera pada kartu KIS sesuai dengan identitas peserta. ANTARA/HO-BPJS Kesehatan
Semarang (ANTARA) - BPJS Kesehatan Cabang Semarang aktif memastikan masyarakat di wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Demak terutama di daerah pinggiran telah menerima kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan mengecek langsung distribusi kartu ke peserta.
Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Semarang Anif Saofika P menjelaskan kegiatan spotcheck kartu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan BPJS Kesehatan Cabang Semarang terutama setelah dilakukan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) khususnya Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Setiap kunjungannya petugas BPJS Kesehatan akan mengambil 5 sampel keluarga, hal tersebut untuk memastikan telah diterimanya kartu JKN-KIS secara tepat sasaran dan memastikan data yang tertera pada kartu KIS sesuai dengan identitas peserta.
"Selain itu kami juga memastikan bahwa yang bersangkutan masih hidup atau sudah meninggal karena banyak di antaranya sudah meninggal tetapi belum melaporkan ke kantor kami, sehingga bisa dilakukan pemutakhiran data," kata Anif.
Anif menambahkan selain proses kroscek data, BPJS Kesehatan juga memberikan berbagai informasi pelayanan kepada peserta dan diharapkan peserta dapat menggunakan KIS sesuai dengan prosedur.
Baca juga: BPJS Kesehatan sosialikasikan ketentuan Program JKN-KIS ke PPNPN
Baca juga: Mudahnya jadi peserta Program Rujuk Balik di FKTP
BPJS Kesehatan, kata Anif, akan terus mengingatkan peserta untuk selalu memperbarui data misal jika ada perpindahan anggota keluarga ataupun ada keluarga yang telah meninggal.
"Sudah menjadi kewajiban kami untuk memenuhi hak peserta yang telah terdaftar pada program JKN-KIS yakni berhak untuk mendapatkan identitas peserta," kata Anif.
Suhardi, salah satu peserta PBI APBN yang berdomisili di Wonosalam, Kabupaten Demak yang mengaku senang dan bersyukur ketika mendapatkan KIS dan iurannya dibayarkan pemerintah.
“Sepanjang memperoleh KIS, saya sudah berulang kali menggunakannya di Puskesmas. Alhamdulillah selalu mendapatkan pelayanan yang baik dokter dan perawatnya ramah," katanya.
Suhardi mengaku dirinya dan keluarga berterima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan, selain sebagai peserta dirinya dikunjungi langsung oleh petugas BPJS Kesehatan, Program JKN-KIS memberikan manfaat bagi dirinya dan keluarganya, sehingga tidak perlu khawatir jika jatuh sakit, karena biaya berobatnya telah dijamin JKN-KIS.
Baca juga: BPJS Kesehatan giatkan edukasi JKN-KIS ke badan usaha
Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Semarang Anif Saofika P menjelaskan kegiatan spotcheck kartu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan BPJS Kesehatan Cabang Semarang terutama setelah dilakukan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) khususnya Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Setiap kunjungannya petugas BPJS Kesehatan akan mengambil 5 sampel keluarga, hal tersebut untuk memastikan telah diterimanya kartu JKN-KIS secara tepat sasaran dan memastikan data yang tertera pada kartu KIS sesuai dengan identitas peserta.
"Selain itu kami juga memastikan bahwa yang bersangkutan masih hidup atau sudah meninggal karena banyak di antaranya sudah meninggal tetapi belum melaporkan ke kantor kami, sehingga bisa dilakukan pemutakhiran data," kata Anif.
Anif menambahkan selain proses kroscek data, BPJS Kesehatan juga memberikan berbagai informasi pelayanan kepada peserta dan diharapkan peserta dapat menggunakan KIS sesuai dengan prosedur.
Baca juga: BPJS Kesehatan sosialikasikan ketentuan Program JKN-KIS ke PPNPN
Baca juga: Mudahnya jadi peserta Program Rujuk Balik di FKTP
BPJS Kesehatan, kata Anif, akan terus mengingatkan peserta untuk selalu memperbarui data misal jika ada perpindahan anggota keluarga ataupun ada keluarga yang telah meninggal.
"Sudah menjadi kewajiban kami untuk memenuhi hak peserta yang telah terdaftar pada program JKN-KIS yakni berhak untuk mendapatkan identitas peserta," kata Anif.
Suhardi, salah satu peserta PBI APBN yang berdomisili di Wonosalam, Kabupaten Demak yang mengaku senang dan bersyukur ketika mendapatkan KIS dan iurannya dibayarkan pemerintah.
“Sepanjang memperoleh KIS, saya sudah berulang kali menggunakannya di Puskesmas. Alhamdulillah selalu mendapatkan pelayanan yang baik dokter dan perawatnya ramah," katanya.
Suhardi mengaku dirinya dan keluarga berterima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan, selain sebagai peserta dirinya dikunjungi langsung oleh petugas BPJS Kesehatan, Program JKN-KIS memberikan manfaat bagi dirinya dan keluarganya, sehingga tidak perlu khawatir jika jatuh sakit, karena biaya berobatnya telah dijamin JKN-KIS.
Baca juga: BPJS Kesehatan giatkan edukasi JKN-KIS ke badan usaha
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Boyolali tingkatkan layanan kesehatan dengan alat general monitor diagnostic
22 January 2026 19:08 WIB
RSGM Soelastri edukasi soal penanganan pasien lewat seminar Painless Dentistry
21 January 2026 22:19 WIB
Dari UMS ke pedalaman Maluku, kisah Dokter Ferianis perjuangkan hak kesehatan masyarakat terpencil
17 January 2026 16:26 WIB
Diabetes melitus dominasi penyakit peserta skrining kesehatan di BPJS Semarang
15 January 2026 19:43 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
RSGM Soelastri edukasi soal penanganan pasien lewat seminar Painless Dentistry
21 January 2026 22:19 WIB
Diabetes melitus dominasi penyakit peserta skrining kesehatan di BPJS Semarang
15 January 2026 19:43 WIB