Densus 88 tangkap terduga teroris di Klaten
Sabtu, 3 April 2021 19:12 WIB
Rumah S, terduga teroris di Desa Kemudo, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. ANTARA/Aris Wasita
Klaten (ANTARA) - Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah menangkap terduga teroris di Desa Bono, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Jumat (2/4).
"Kemarin pagi subuh ada penangkapan (terduga) teroris, kemarin hari Jumat itu. Kemudian sorenya ada penggeledahan dari kepolisian, dari Densus, polres, ada kodim juga," kata Kepala Desa Bono Bakdiono, di Klaten, Sabtu.
Ia membenarkan terduga teroris yang ditangkap tersebut adalah warganya. Meski demikian, warga dengan inisial S ini sudah lama tidak tinggal di desa tersebut.
Baca juga: Densus 88 tangkap seorang terduga teroris di Semarang
"Dia asli warga saya, domisili dan rumah aslinya memang di situ, tetapi sudah lama pergi. Namun beberapa tahun terakhir dia kembali ke kampung halaman (ke Desa Bono) semenjak ayahnya meninggal dunia," katanya.
Disinggung mengenai keseharian pria berusia 51 tahun tersebut, Bakdiono mengatakan selama ini tidak ada aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh S dan keluarganya. Bahkan, dikatakannya, S selalu bersosialisasi dengan para tetangga.
"Dia memasyarakat, kan memang orang situ. Bahkan selama pergi, KK-nya tetap beralamat di sini. Kami dari pemerintah maupun warga tidak curiga kalau ternyata dia jadi terduga," katanya lagi.
Mengenai aktivitas sehari-hari S, Bakdiono mengatakan S merupakan seorang pendakwah dari masjid ke masjid yang ada di sekitar Desa Bono. Bahkan, bersama istrinya, S juga mendirikan Yayasan Rumah Tahfizqhul Quran (RTQ).
Mengenai penggeledahan tersebut, dikatakannya, pihak kepolisian membawa sejumlah barang bukti dari rumah S.
"Saya kebetulan tidak ikut masuk, yang masuk mewakili pemerintah desa sekretaris saya. Kan untuk kebutuhan mewakili penandatanganan berita acara," katanya.
Berdasarkan informasi yang beredar, penangkapan di Kabupaten Klaten dilakukan kepada tiga terduga teroris. Selain S yang beralamat di Dukuh Gading Wetan, penangkapan juga dilakukan kepada SH (41) warga Desa Cetan, Kecamatan Ceper, dan MR (49) warga Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan.
Terkait penangkapan tersebut, Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu membenarkan adanya penangkapan terhadap tiga orang warga terduga teroris di Klaten.
"Iya, kemarin ada penangkapan dan penggeledahan di tiga tempat di Klaten," katanya pula.
Baca juga: Densus 88/Antiteror geledah rumah seorang terduga teroris di Banyumas
Baca juga: Ketua RT: Penghuni rumah yang digeledah Densus jarang bergaul
"Kemarin pagi subuh ada penangkapan (terduga) teroris, kemarin hari Jumat itu. Kemudian sorenya ada penggeledahan dari kepolisian, dari Densus, polres, ada kodim juga," kata Kepala Desa Bono Bakdiono, di Klaten, Sabtu.
Ia membenarkan terduga teroris yang ditangkap tersebut adalah warganya. Meski demikian, warga dengan inisial S ini sudah lama tidak tinggal di desa tersebut.
Baca juga: Densus 88 tangkap seorang terduga teroris di Semarang
"Dia asli warga saya, domisili dan rumah aslinya memang di situ, tetapi sudah lama pergi. Namun beberapa tahun terakhir dia kembali ke kampung halaman (ke Desa Bono) semenjak ayahnya meninggal dunia," katanya.
Disinggung mengenai keseharian pria berusia 51 tahun tersebut, Bakdiono mengatakan selama ini tidak ada aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh S dan keluarganya. Bahkan, dikatakannya, S selalu bersosialisasi dengan para tetangga.
"Dia memasyarakat, kan memang orang situ. Bahkan selama pergi, KK-nya tetap beralamat di sini. Kami dari pemerintah maupun warga tidak curiga kalau ternyata dia jadi terduga," katanya lagi.
Mengenai aktivitas sehari-hari S, Bakdiono mengatakan S merupakan seorang pendakwah dari masjid ke masjid yang ada di sekitar Desa Bono. Bahkan, bersama istrinya, S juga mendirikan Yayasan Rumah Tahfizqhul Quran (RTQ).
Mengenai penggeledahan tersebut, dikatakannya, pihak kepolisian membawa sejumlah barang bukti dari rumah S.
"Saya kebetulan tidak ikut masuk, yang masuk mewakili pemerintah desa sekretaris saya. Kan untuk kebutuhan mewakili penandatanganan berita acara," katanya.
Berdasarkan informasi yang beredar, penangkapan di Kabupaten Klaten dilakukan kepada tiga terduga teroris. Selain S yang beralamat di Dukuh Gading Wetan, penangkapan juga dilakukan kepada SH (41) warga Desa Cetan, Kecamatan Ceper, dan MR (49) warga Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan.
Terkait penangkapan tersebut, Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu membenarkan adanya penangkapan terhadap tiga orang warga terduga teroris di Klaten.
"Iya, kemarin ada penangkapan dan penggeledahan di tiga tempat di Klaten," katanya pula.
Baca juga: Densus 88/Antiteror geledah rumah seorang terduga teroris di Banyumas
Baca juga: Ketua RT: Penghuni rumah yang digeledah Densus jarang bergaul
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Inilah kenangan Gubernur Ahmad Luthfi terhadap almarhum Wabup Klaten Benny Indra Ardhianto
08 February 2026 15:13 WIB
UMS dorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK untuk guru SMK Muhammadiyah Klaten
21 January 2026 13:57 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Komjak pastikan terwujudnya Indonesia Emas 2045 selama hukum terus ditaati
14 February 2026 15:09 WIB
Jokowi jalani pemeriksaan di Polresta Surakarta terkait tudingan ijazah palsu
11 February 2026 20:53 WIB