Logo Header Antaranews Jateng

Muhammad Hatta sosialisasikan empat pilar kebangsaan di Klaten

Rabu, 24 Desember 2025 15:12 WIB
Image Print
Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Hatta menyosialisasikan empat pilar kebangsaan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (11/12/2025). ANTARA/HO-Tim internal Muhammad Hatta

Klaten (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Hatta menyosialisasikan empat pilar kebangsaan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (11/12).

Pada sosialisasi yang berlangsung di Hotel Tjokro Hotel Klaten tersebut dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan akademisi dengan tema Empat Pilar Kebangsaan sebagai Landasan Berkarya dan Berinovasi Untuk Indonesia Emas 2045.

Pada sosialisasi tersebut, ia berdialog soal Empat Pilar Kebangsaan.

“Dalam atmosfer akademik yang kritis dan dinamis, saya hadir untuk berdialog tentang landasan berpijak kita sebagai bangsa, yaitu empat pilar kebangsaan. Sebagai anggota DPR RI dari Jawa Tengah V dengan pengalaman lebih dari tiga periode, saya melihat energi besar di dalam ruangan ini terutama para hadirin yang mengikuti acara ini yang harus diarahkan untuk membangun Indonesia,” katanya.

Terkait dengan salah satu pilar kebangsaan, ia mengatakan bagi generasi milenial dan generasi Z, Pancasila bisa menjadi alat analisis untuk memfilter derasnya informasi dan ideologi global.

“UUD 1945 adalah kerangka hukum di mana kebebasan akademik dan inovasi bertanggung jawab berlangsung,” katanya.

Sedangkan NKRI, dikatakannya, merupakan ruang hidup bersama yang harus dijaga dengan kontribusi nyata. Selanjutnya, Bhinneka Tunggal Ika adalah modal sosial untuk kolaborasi lintas disiplin dan suku.

Sementara itu, ia mendorong integrasi nilai empat pilar dalam pembelajaran bukan sebagai mata kuliah terpisah tetapi sebagai etika dalam riset, kewirausahaan, dan pengabdian masyarakat.

Selain itu, ia juga mengajak para generasi milenial dan generasi Z membuat program kompetisi atau hibah bagi mahasiswa untuk membuat proyek nyata, baik di bidang teknologi, sosial, maupun budaya yang mampu menjawab masalah bangsa berlandaskan Pancasila.

Ia mengatakan perlu juga diselenggarakan forum rutin antara pemangku kebijakan, akademisi, dan mahasiswa untuk mendiskusikan penafsiran kontemporer atas empat pilar guna menjawab tantangan kekinian.

“Jadilah intelektual yang progresif namun berakar kuat pada jati diri bangsa. Indonesia Emas 2045 ada di pundak kalian,” katanya di depan peserta.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026