Tren peningkatan kepatuhan jadi modal pembentukan norma baru
Kamis, 18 Februari 2021 20:08 WIB
Ilustrasi - Seorang warga di Kendari, Sulawesi Tenggara mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan memakai masker dan menjaga jarak sehingga bisa terhindar dari virus COVID-19, Rabu (10/2021). ANTARA/Harianto
Semarang (ANTARA) - Klaim peningkatan kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan harus diikuti dengan upaya agar memakai masker, menjaga jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan menjadi norma baru dalam keseharian masyarakat.
"Kabar baik bila memang terjadi peningkatan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan di tengah masyarakat. Yang kita butuhkan saat ini bukan sekadar patuh terhadap aturan, tetapi lebih pada membentuk norma baru dalam keseharian masyarakat," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Kamis.
Berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19, kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan meningkat mencapai angka 75 persen pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro diterapkan di Jawa dan Bali.
Menurut Lestari, tren peningkatan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan harus dijaga, sebagai langkah awal dalam membentuk norma baru dalam menjalani keseharian di masa pandemi.
Baca juga: Para pengawal protokol kesehatan dari pelosok Banjarnegara
Konsisten dalam mengajak orang dalam menjalankan protokol kesehatan, menurut dia, salah satu cara untuk menuju terbentuknya norma baru di masyarakat.
Pandemi Covid-19, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, memaksa kita untuk mengubah kebiasaan dan norma yang berlaku saat ini.
Karena, tambah dia, pascavaksinasi anti-Covid-19 diaplikasikan, masyarakat diharuskan tetap menerapkan kebiasaan menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah paparan virus korona.
Apalagi, jelas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, saat ini di sejumlah negara juga dikabarkan berkembang jenis-jenis baru virus korona yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi daripada jenis virus korona yang ada saat ini.
Ketegasan penerapan protokol kesehatan di pintu-pintu masuk pergerakan orang di setiap wilayah, tegas Rerie, sangat diperlukan untuk mencegah meluasnya sebaran virus korona.
Menurut Reie, kombinasi percepatan vaksinasi Covid-19 nasional dan peningkatan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan di keseharian merupakan langkah yang dibutuhkan dalam pengendalian Covid-19 di Tanah Air saat ini.
Selain itu, tegas Rerie, terus berupaya menyempurnakan teknis pencatatan hasil testing, tracing, dan treatment dari berbagai daerah merupakan langkah strategis agar upaya pengendalian penyebaran Covid-19 tidak menghasilkan kebijakan yang salah.
Baca juga: Dokter: Tetap terapkan protokol kesehatan saat olahraga lari
Baca juga: Pemerintah perketat protokol kesehatan WNA masuk Indonesia
"Kabar baik bila memang terjadi peningkatan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan di tengah masyarakat. Yang kita butuhkan saat ini bukan sekadar patuh terhadap aturan, tetapi lebih pada membentuk norma baru dalam keseharian masyarakat," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Kamis.
Berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19, kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan meningkat mencapai angka 75 persen pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro diterapkan di Jawa dan Bali.
Menurut Lestari, tren peningkatan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan harus dijaga, sebagai langkah awal dalam membentuk norma baru dalam menjalani keseharian di masa pandemi.
Baca juga: Para pengawal protokol kesehatan dari pelosok Banjarnegara
Konsisten dalam mengajak orang dalam menjalankan protokol kesehatan, menurut dia, salah satu cara untuk menuju terbentuknya norma baru di masyarakat.
Pandemi Covid-19, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, memaksa kita untuk mengubah kebiasaan dan norma yang berlaku saat ini.
Karena, tambah dia, pascavaksinasi anti-Covid-19 diaplikasikan, masyarakat diharuskan tetap menerapkan kebiasaan menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah paparan virus korona.
Apalagi, jelas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, saat ini di sejumlah negara juga dikabarkan berkembang jenis-jenis baru virus korona yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi daripada jenis virus korona yang ada saat ini.
Ketegasan penerapan protokol kesehatan di pintu-pintu masuk pergerakan orang di setiap wilayah, tegas Rerie, sangat diperlukan untuk mencegah meluasnya sebaran virus korona.
Menurut Reie, kombinasi percepatan vaksinasi Covid-19 nasional dan peningkatan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan di keseharian merupakan langkah yang dibutuhkan dalam pengendalian Covid-19 di Tanah Air saat ini.
Selain itu, tegas Rerie, terus berupaya menyempurnakan teknis pencatatan hasil testing, tracing, dan treatment dari berbagai daerah merupakan langkah strategis agar upaya pengendalian penyebaran Covid-19 tidak menghasilkan kebijakan yang salah.
Baca juga: Dokter: Tetap terapkan protokol kesehatan saat olahraga lari
Baca juga: Pemerintah perketat protokol kesehatan WNA masuk Indonesia
Pewarta : Zaenal
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Boyolali ajak masyarakat terapkan prokes selama liburan akhir tahun
27 December 2022 9:41 WIB, 2022
Cegah COVID-19, Dinkes Boyolali ingatkan masyarakat jaga prokes selama liburan Natal
20 December 2022 8:50 WIB, 2022
Jelang libur Natal, Pemkot Pekalongan ingatkan warga tetap jaga prokes
08 December 2022 15:09 WIB, 2022
Universitas Muria Kudus terapkan kuliah tatap muka secara penuh dengan prokes ketat
18 November 2022 13:52 WIB, 2022
Dinkes Boyolali minta masyarakat waspadai pergerakan naiknya kasus COVID-19
15 November 2022 14:07 WIB, 2022
Hari Kesehatan Nasional, Dinkes Boyolali ingatkan masyarakat tetap terapkan prokes
09 November 2022 8:56 WIB, 2022
Asa berantas stunting di tengah kebiasaan menjaga prokes selama pandemi
21 October 2022 17:18 WIB, 2022
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
FKG UMS perkenalkan aplikasi "GigiMu" sebagai inovasi edukasi kesehatan gigi anak
04 May 2026 8:11 WIB