48 orang positif baru berdasar hasil tes antigen di Banyumas
Senin, 18 Januari 2021 21:45 WIB
Salah seorang warga saat menjalani tes cepat antigen di Pendopo Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Senin (18/1/2021). ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto (ANTARA) - Sebanyak 48 orang dinyatakan positif baru berdasarkan hasil tes cepat antigen massal di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang ditujukan bagi warga berusia lebih dari 55 tahun dan memiliki penyakit penyerta (komorbid), kata Bupati Banyumas Achmad Husein.
"'Rapid test' (tes cepat, red.) antigen massal yang dilaksanakan serentak di 80 desa/kelurahan hari ini (18/1) sebenarnya menyasar 4.000 orang dari sekitar 5.000 warga berusia di atas 55 tahun yang komorbid," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin malam.
Akan tetapi berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, kata dia, tes cepat antigen tersebut hanya diikuti oleh 3.544 orang.
Dari jumlah tersebut, lanjut dia, sebanyak 48 orang dinyatakan positif, sedangkan 3.496 orang lainnya dinyatakan negatif.
"Dari 48 orang yang dinyatakan positif itu, 20 orang di antaranya bergejala (COVID-19) dan 28 orang lainnya tanpa gejala. Mereka yang dinyatakan positif langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction)," katanya.
Ia mengatakan sembari menunggu hasil pemeriksaan PCR, warga yang tidak bergejala harus menjalani karantina mandiri, sedangkan yang bergejala dibawa ke rumah karantina di Baturraden.
"Nantinya setelah hasil pemeriksaan PCR keluar dan hasilnya positif, yang bersangkutan akan menjalani perawatan di rumah sakit," katanya.
Seperti diwartakan, Pemerintah Kabupaten Banyumas pada hari Senin (18/1) menggelar tes cepat antigen massal yang dilakukan di 80 desa/kelurahan dengan target 4.000 warga berusia lebih dari 55 tahun dan memiliki penyakit penyerta (masing-masing desa/kelurahan ditargetkan 50 orang, red.).
Dalam hal ini, tes cepat antigen tersebut dilaksanakan oleh 40 puskesmas, masing-masing menangani dua desa/kelurahan yang dinilai memiliki kasus positif COVID-19 tertinggi dan kematian akibat COVID-19 yang tinggi jika dibandingkan dengan desa lainnya.
Bupati Achmad Husein mengatakan tes cepat antigen massal itu dilakukan karena sebagian besar kasus kematian akibat COVID-19 dialami oleh warga berusia lebih dari 55 tahun yang memiliki komorbid.
"Jika dari hasil tes antigen ini ada yang positif, kami akan tindak lanjuti dengan pemeriksaan PCR. Ini merupakan bentuk perlindungan terhadap warga berusia lebih dari 55 tahun yang komorbid," katanya.
"'Rapid test' (tes cepat, red.) antigen massal yang dilaksanakan serentak di 80 desa/kelurahan hari ini (18/1) sebenarnya menyasar 4.000 orang dari sekitar 5.000 warga berusia di atas 55 tahun yang komorbid," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin malam.
Akan tetapi berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, kata dia, tes cepat antigen tersebut hanya diikuti oleh 3.544 orang.
Dari jumlah tersebut, lanjut dia, sebanyak 48 orang dinyatakan positif, sedangkan 3.496 orang lainnya dinyatakan negatif.
"Dari 48 orang yang dinyatakan positif itu, 20 orang di antaranya bergejala (COVID-19) dan 28 orang lainnya tanpa gejala. Mereka yang dinyatakan positif langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction)," katanya.
Ia mengatakan sembari menunggu hasil pemeriksaan PCR, warga yang tidak bergejala harus menjalani karantina mandiri, sedangkan yang bergejala dibawa ke rumah karantina di Baturraden.
"Nantinya setelah hasil pemeriksaan PCR keluar dan hasilnya positif, yang bersangkutan akan menjalani perawatan di rumah sakit," katanya.
Seperti diwartakan, Pemerintah Kabupaten Banyumas pada hari Senin (18/1) menggelar tes cepat antigen massal yang dilakukan di 80 desa/kelurahan dengan target 4.000 warga berusia lebih dari 55 tahun dan memiliki penyakit penyerta (masing-masing desa/kelurahan ditargetkan 50 orang, red.).
Dalam hal ini, tes cepat antigen tersebut dilaksanakan oleh 40 puskesmas, masing-masing menangani dua desa/kelurahan yang dinilai memiliki kasus positif COVID-19 tertinggi dan kematian akibat COVID-19 yang tinggi jika dibandingkan dengan desa lainnya.
Bupati Achmad Husein mengatakan tes cepat antigen massal itu dilakukan karena sebagian besar kasus kematian akibat COVID-19 dialami oleh warga berusia lebih dari 55 tahun yang memiliki komorbid.
"Jika dari hasil tes antigen ini ada yang positif, kami akan tindak lanjuti dengan pemeriksaan PCR. Ini merupakan bentuk perlindungan terhadap warga berusia lebih dari 55 tahun yang komorbid," katanya.
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolri: Pemerintah kaji syarat tes antigen bagi pemudik belum "booster"
26 March 2022 16:41 WIB, 2022
Gubernur Jateng apresiasi pemerintah hapus tes antigen-PCR syarat perjalanan
08 March 2022 19:22 WIB, 2022
Ratusan personel Polresta Banyumas jalani tes antigen antisipasi Omicron
25 January 2022 16:38 WIB, 2022
Jalani tes antigen di stasiun, calon penumpang diimbau datang lebih awal
18 October 2021 21:48 WIB, 2021
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB