BKKBN: Indonesia hampir masuki masa penuaan penduduk
Rabu, 15 Juli 2020 16:02 WIB
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Hasto Wardoyo berbicara dalam webinar BKKBN bertema Pahami Lansia, Bahagia Seluruh Keluarga, Jakarta, Rabu (15/7/2020). ANTARA/Katriana
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan bangsa Indonesia hampir memasuki masa aging population atau penuaan penduduk, dengan jumlah lansia yang saat ini telah mencapai 9,6 persen.
"Sebentar lagi apabila lansia kita sudah mencapai 10 persen, maka bangsa kita ini masuk dalam aging population. Itu hal penting yang perlu kita sadari bersama," kata Hasto dalam webinar BKKBN bertema Pahami Lansia, Bahagia Seluruh Keluarga, Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan dalam menghadapi populasi penduduk dengan jumlah lansia yang hampir mencapai 10 persen atau sekitar 25,67 juta menurut data Kementerian Sosial (Kemensos), ada permasalahan yang perlu disadari oleh pemerintah dan masyarakat, yaitu terkait rasio dependensi lansia yang terus meningkat terhadap orang-orang yang berusia produktif antara 15 sampai 65 tahun.
"Artinya semakin banyak lansia yang harus ditanggung kehidupannya oleh warga yang usia produktif. Dalam hal ini angkanya mencapai 15 persen," kata dia.
Oleh karena itu, menurut dia, seharusnya ada keseimbangan antara rasio dependensi lansia dengan menurunnya rasio dependensi anak usia balita. Sehingga jika jumlah lansia bertambah, sementara balita tidak menurun, maka rasio dependensinya akan lebih cepat membesar sehingga beban pembangunan juga akan menjadi lebih berat.
Untuk itu, BKKBN mendorong kepada setiap pihak, terutama keluarga tempat lansia berlindung, untuk memberikan perhatian terbaiknya sehingga para lansia bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka dan menjadi lebih sehat, lebih bahagia, berkualitas dan lebih produktif.
Dengan para lansia menjadi lebih sehat dan bahagia serta produktif, BKKBN berharap tingkat dependensi mereka terhadap orang-orang usia produktif juga dapat berkurang sehingga fokus pembangunan dapat bergerak lebih cepat.
"Dengan demikian, maka bonus demografi jilid dua bisa kita dapatkan. Itulah pentingnya kita bersama-sama memperhatikan (kesejahteraan) para lansia," katanya.
Baca juga: Berdayakan lansia, Dinsos Kota Magelang sosialisasikan kesehatan
Baca juga: Pemkab Pekalongan akui lansia miliki peran besar dalam pembangunan
"Sebentar lagi apabila lansia kita sudah mencapai 10 persen, maka bangsa kita ini masuk dalam aging population. Itu hal penting yang perlu kita sadari bersama," kata Hasto dalam webinar BKKBN bertema Pahami Lansia, Bahagia Seluruh Keluarga, Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan dalam menghadapi populasi penduduk dengan jumlah lansia yang hampir mencapai 10 persen atau sekitar 25,67 juta menurut data Kementerian Sosial (Kemensos), ada permasalahan yang perlu disadari oleh pemerintah dan masyarakat, yaitu terkait rasio dependensi lansia yang terus meningkat terhadap orang-orang yang berusia produktif antara 15 sampai 65 tahun.
"Artinya semakin banyak lansia yang harus ditanggung kehidupannya oleh warga yang usia produktif. Dalam hal ini angkanya mencapai 15 persen," kata dia.
Oleh karena itu, menurut dia, seharusnya ada keseimbangan antara rasio dependensi lansia dengan menurunnya rasio dependensi anak usia balita. Sehingga jika jumlah lansia bertambah, sementara balita tidak menurun, maka rasio dependensinya akan lebih cepat membesar sehingga beban pembangunan juga akan menjadi lebih berat.
Untuk itu, BKKBN mendorong kepada setiap pihak, terutama keluarga tempat lansia berlindung, untuk memberikan perhatian terbaiknya sehingga para lansia bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka dan menjadi lebih sehat, lebih bahagia, berkualitas dan lebih produktif.
Dengan para lansia menjadi lebih sehat dan bahagia serta produktif, BKKBN berharap tingkat dependensi mereka terhadap orang-orang usia produktif juga dapat berkurang sehingga fokus pembangunan dapat bergerak lebih cepat.
"Dengan demikian, maka bonus demografi jilid dua bisa kita dapatkan. Itulah pentingnya kita bersama-sama memperhatikan (kesejahteraan) para lansia," katanya.
Baca juga: Berdayakan lansia, Dinsos Kota Magelang sosialisasikan kesehatan
Baca juga: Pemkab Pekalongan akui lansia miliki peran besar dalam pembangunan
Pewarta : Katriana
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB