32.192 pekerja migran Indonesia pulang dari negara terdampak COVID-19
Senin, 30 Maret 2020 13:34 WIB
Arsip Foto. Pekerja Indonesia yang pulang dari Malaysia tiba di Pelabuhan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. ANTARA/HO-Kesbangpol Kabupaten Kepulauan Meranti
Jakarta (ANTARA) - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat total ada 32.192 pekerja Indonesia yang sampai 29 Maret 2020 pulang ke Tanah Air dari negara-negara yang terdampak wabah COVID-19.
Deputi Pelindungan BP2MI Anjar Prihantoro dalam siaran pers lembaga yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa mereka merupakan bagian dari 33.503 pekerja Indonesia yang pulang dari 85 negara penempatan hingga 29 Maret 2020.
Perinciannya, menurut data BP2MI, ada 11.566 pekerja Indonesia yang pulang dari Malaysia, 9.075 pekerja yang pulang dari Hongkong, 5.487 pekerja yang pulang dari Taiwan, 2.799 pekerja yang pulang dari Singapura, dan 889 pekerja yang pulang dari Brunei Darussalam.
Selain itu, ada 888 pekerja Indonesia yang pulang dari Arab Saudi, 756 pekerja yang pulang dari Korea Selatan, 641 pekerja yang pulang dari Italia, 46 pekerja yang pulang dari Jepang, dan 45 pekerja yang pulang dari Amerika Serikat.
BP2MI berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 berkenaan dengan penanganan pekerja migran Indonesia yang dipulangkan ke Tanah Air akibat COVID-19.
"Ini dilakukan agar pemulangan PMI khususnya di wilayah-wilayah perbatasan tidak menjadi pusat episentrum baru penyebaran COVID-19. BP2MI juga terus koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk data kepulangan PMI dari negara-negara yang terdampak virus corona," kata Anjar.
Khusus untuk pekerja Indonesia yang dideportasi dari Malaysia menyusul kebijakan pemerintah negara itu untuk mengunci wilayah, BP2MI melakukan pengawasan dan menyediakan pelayanan bagi mereka di wilayah perbatasan seperti Tanjung Pinang, Batam, dan Nunukan.
BP2MI selain melakukan pendataan juga memeriksa kondisi kesehatan pekerja Indonesia yang baru tiba dari Malaysia.
Baca juga: Petugas Imigrasi Cilacap memotivasi calon pekerja migran di Kebumen
Baca juga: COVID-19 merebak, BP2MI sebut belum ada moratorium pengiriman pekerja migran
Deputi Pelindungan BP2MI Anjar Prihantoro dalam siaran pers lembaga yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa mereka merupakan bagian dari 33.503 pekerja Indonesia yang pulang dari 85 negara penempatan hingga 29 Maret 2020.
Perinciannya, menurut data BP2MI, ada 11.566 pekerja Indonesia yang pulang dari Malaysia, 9.075 pekerja yang pulang dari Hongkong, 5.487 pekerja yang pulang dari Taiwan, 2.799 pekerja yang pulang dari Singapura, dan 889 pekerja yang pulang dari Brunei Darussalam.
Selain itu, ada 888 pekerja Indonesia yang pulang dari Arab Saudi, 756 pekerja yang pulang dari Korea Selatan, 641 pekerja yang pulang dari Italia, 46 pekerja yang pulang dari Jepang, dan 45 pekerja yang pulang dari Amerika Serikat.
BP2MI berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 berkenaan dengan penanganan pekerja migran Indonesia yang dipulangkan ke Tanah Air akibat COVID-19.
"Ini dilakukan agar pemulangan PMI khususnya di wilayah-wilayah perbatasan tidak menjadi pusat episentrum baru penyebaran COVID-19. BP2MI juga terus koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk data kepulangan PMI dari negara-negara yang terdampak virus corona," kata Anjar.
Khusus untuk pekerja Indonesia yang dideportasi dari Malaysia menyusul kebijakan pemerintah negara itu untuk mengunci wilayah, BP2MI melakukan pengawasan dan menyediakan pelayanan bagi mereka di wilayah perbatasan seperti Tanjung Pinang, Batam, dan Nunukan.
BP2MI selain melakukan pendataan juga memeriksa kondisi kesehatan pekerja Indonesia yang baru tiba dari Malaysia.
Baca juga: Petugas Imigrasi Cilacap memotivasi calon pekerja migran di Kebumen
Baca juga: COVID-19 merebak, BP2MI sebut belum ada moratorium pengiriman pekerja migran
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN UID Jateng salurkan bantuan sembako untuk warga Demak yang terdampak banjir
11 April 2026 6:02 WIB
Gubernur Jateng pastikan persediaan pangan tetap aman meski terdampak banjir
07 April 2026 20:12 WIB
PLN gerak cepat tangani gangguan akibat angin kencang di Jateng, 894.053 pelanggan terdampak
05 March 2026 9:55 WIB
Jaga harga stabil, Bulog beli 30 ton gabah dari sawah terdampak banjir di Jateng
27 February 2026 15:39 WIB