Logo Header Antaranews Jateng

Kontraktor khawatir terdampak naiknya harga aspal hingga 20 persen

Sabtu, 11 April 2026 00:34 WIB
Image Print
Aspal untuk memperhalus jalan saat ini mengalami kenaikan hingga 20 persen, sehingga menjadi kekhawatiran para pelaksana proyek konstruksi jalan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang sudah memenangkan lelang proyek. (ANTARA/Gunawan.)

Blora (ANTARA) - Sejumlah pelaksana proyek konstruksi jalan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai mengkhawatirkan kenaikan harga aspal pada awal April 2026 yang mencapai 20 persen, dibandingkan bulan sebelumnya, karena berpotensi merugikan ketika sudah kontrak.

Ryan, salah satu kontraktor di Blora, Jumat, mengungkapkan harga aspal curah dari Cilacap yang sebelumnya sekitar Rp9.400 per kilogram pada Maret 2026, kini naik menjadi Rp11.565 per kilogram.

Sementara itu, harga aspal kemasan drum eks Gresik juga mengalami kenaikan dari Rp11.600 per kilogram pada Maret 2026 menjadi Rp13.600 per kilogram pada April 2026.

Harga tersebut, kata dia, belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen, biaya pengiriman, serta ongkos bongkar muat sehingga harga yang dibayar di lapangan berpotensi lebih tinggi.

Ia mengaku, kenaikan harga aspal membuat pelaksana proyek harus mempercepat pekerjaan agar tidak menanggung kerugian lebih besar.

"Harus segera selesai. Kalau berlarut-larut saya bisa kehabisan biaya untuk menutupi kerugian. Kenaikan saat ini sudah cukup berat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Blora Widyaningsih mengatakan, hingga kini belum ada rapat lanjutan terkait kemungkinan penundaan lelang atau tender proyek di lingkungan pemerintah daerah akibat kenaikan harga aspal.

"Masih berjalan biasa. Belum ada rapat penundaan. Kalau kenaikan harga itu tidak berpengaruh terhadap pengadaan, mungkin nanti pada tahap pelaksanaannya," ujarnya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Danang menegaskan, hingga saat ini belum ada rencana penundaan pengerjaan proyek jalan meskipun harga aspal meningkat.

"Belum ada rapat lanjutan terkait kenaikan harga aspal. Tapi tidak ada penundaan pengerjaan, tentu juga perlu arahan dari kepala dinas," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026