Logo Header Antaranews Jateng

Wagub Jateng menyerahkan bantuan RTLH untuk warga Demak terdampak rob

Jumat, 13 Maret 2026 15:45 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mengunjungi rumah warga Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang terdampak rob, sehingga tidak layak huni. ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng

Demak (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyerahkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp20 juta kepada warga terdampak rob di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kabupaten Demak.

"Bantuan ini merupakan langkah darurat untuk memastikan keluarga Noryatin memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan sehat," kata Taj Yasin di sela menyerahkan bantuan kepada Noryatin (58) warga Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak untuk memperbaiki rumahnya yang selama ini terdampak banjir rob di Demak, Jumat.

Ia mengajak warga sekitar untuk bergotong royong membantu proses renovasi rumah tersebut agar dapat segera ditempati dengan kondisi yang lebih aman.

Menurut dia, rumah Noryatin akan ditinggikan agar lebih aman dari genangan air rob yang kerap melanda wilayah pesisir tersebut.

"Rencananya bangunan rumah akan kita naikkan secara langsung, karena kalau rumah apung tidak memungkinkan di lokasi ini. Jadi, kita tinggikan supaya lebih aman dari rob," ujarnya.

Selain bantuan langsung kepada warga, Taj Yasin juga menyinggung strategi besar pemerintah dalam menangani persoalan rob di kawasan pesisir Jawa Tengah. Salah satunya melalui rencana pembangunan tanggul laut atau giant sea wall yang direncanakan membentang dari Jepara hingga Kendal.

Saat ini, kata dia, rencana pembangunan tersebut masih dalam tahap pembahasan intensif. Pemprov Jateng juga mulai menyiapkan pembangunan hybrid sea wall sebagai tanggul penahan rob di wilayah pesisir.

Dalam kesempatan itu, dia menyoroti persoalan sampah yang sering menumpuk di kawasan terdampak rob dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi warga.

Menurut dia, penanganan sampah perlu dilakukan secara lebih efektif, salah satunya dengan menyediakan alat pemusnah sampah di tingkat RT melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi.

"Kalau harus dikumpulkan lalu dibawa keluar dari kawasan rob rasanya cukup sulit. Jadi, idealnya setiap RT memiliki alat pembakaran sampah sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Noryatin mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Karena, selama ini keluarganya belum mampu memperbaiki rumah karena kondisi ekonomi yang sulit dan suaminya juga kehilangan pekerjaan sejak terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) saat pandemi COVID-19.

Selama tiga tahun terakhir, keluarga tersebut harus hidup berdampingan dengan banjir rob yang kerap menggenangi rumah berukuran 5x12 meter tersebut.

Untuk menjaga ruang tamu dan kamar tetap kering, pihaknya harus menyalakan mesin pompa air selama 24 jam tanpa henti.

"Pompa nyala terus 24 jam. Kalau airnya besar, pakai mesin yang lebih besar lagi. Pintu masuk juga saya bendung pakai papan dan tumpukan bata hebel," tutur Noryatin.

Meski sudah dibendung dan dipompa, rembesan air masih sering muncul dari sela-sela lantai dan dinding rumah. Kondisi lembap juga memicu banyaknya nyamuk serta menimbulkan rasa gatal pada kulit anggota keluarganya.

"Nyamuknya banyak, gatal," ujarnya.

Meski hidup dalam kondisi serba terbatas, Noryatin mengaku kunjungan Wakil Gubernur Taj Yasin ke rumahnya membawa harapan baru bagi keluarganya untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

Baca juga: Air mata Sukri pecah saat Ahmad Luthfi bawa kabar perbaikan rumah



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026