Presiden: Jangan panik, stok masker dalam negeri 50 juta unit
Selasa, 3 Maret 2020 16:09 WIB
Presiden Jokowi menggelar jumpa pers terkait virus corona di Veranda Istana Merdeka Jakarta, Selasa. ANTARA/Hanni Sofia
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo memastikan bahwa stok atau persediaan masker di pasar dalam negeri kurang lebih mencapai 50 juta UNIT sehingga masyarakat diminta untuk tidak perlu panik.
“Dari informasi yang saya terima stok dalam negeri kurang lebih 50 juta. Memang pada masker tertentu itu yang langka,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam jumpa pers di Veranda Istana Merdeka Jakarta, Selasa.
Baca juga: Jateng kirim 41.250 masker untuk WNI di Hong Kong, Taiwan dan Singapura
Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan akan meminta jajarannya untuk melakukan cek dan tinjau langsung ke lapangan terkait hal itu.
”Saya juga berharap masyarakat tetap waspada, tetap waspada, tetap tenang, beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Baca juga: 8.000 masker dibagikan ke lima desa terdampak erupsi Merapi
Di pasaran, masker sempat dikeluhkan sebagian masyarakat langka, yang diduga salah satunya karena ada aksi borong masker oleh sejumlah kalangan yang merasa panik.
Kepanikan terjadi tak lama setelah Presiden secara resmi mengumumkan kasus corona pertama di Indonesia.
Sebelumnya dua WNI asal Depok dinyatakan positif corona setelah memeriksakan diri karena merasa demam dan sakit.
Hal itu menjadi kasus corona pertama di Indonesia yang disebut Presiden kemudian sebagai kasus-1 dan kasus-2.
Baca juga: Pemkab Cilacap kirim 10.000 masker untuk pekerja Indonesia di Hong Kong
“Dari informasi yang saya terima stok dalam negeri kurang lebih 50 juta. Memang pada masker tertentu itu yang langka,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam jumpa pers di Veranda Istana Merdeka Jakarta, Selasa.
Baca juga: Jateng kirim 41.250 masker untuk WNI di Hong Kong, Taiwan dan Singapura
Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan akan meminta jajarannya untuk melakukan cek dan tinjau langsung ke lapangan terkait hal itu.
”Saya juga berharap masyarakat tetap waspada, tetap waspada, tetap tenang, beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Baca juga: 8.000 masker dibagikan ke lima desa terdampak erupsi Merapi
Di pasaran, masker sempat dikeluhkan sebagian masyarakat langka, yang diduga salah satunya karena ada aksi borong masker oleh sejumlah kalangan yang merasa panik.
Kepanikan terjadi tak lama setelah Presiden secara resmi mengumumkan kasus corona pertama di Indonesia.
Sebelumnya dua WNI asal Depok dinyatakan positif corona setelah memeriksakan diri karena merasa demam dan sakit.
Hal itu menjadi kasus corona pertama di Indonesia yang disebut Presiden kemudian sebagai kasus-1 dan kasus-2.
Baca juga: Pemkab Cilacap kirim 10.000 masker untuk pekerja Indonesia di Hong Kong
Pewarta : Hanni Sofia
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jokowi jalani pemeriksaan di Polresta Surakarta terkait tudingan ijazah palsu
11 February 2026 20:53 WIB
Jokowi bocorkan topik pembicaraan dengan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu
30 January 2026 14:56 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Penderita diabetes melitus tetap bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan secara aman
19 February 2026 15:42 WIB
Wagub Jateng: : Program speling dekatkan layanan dokter spesialis ke desa
14 February 2026 16:28 WIB