Air Bengawan Solo dapat dimanfaatkan lagi setelah tercemar dan menghitam
Selasa, 5 November 2019 12:44 WIB
Sungai Bengawan Solo masih terlihat hitam pascatercemar limbah etanol alkohol beberapa waktu lalu. ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Air Bengawan Solo mulai dapat dimanfaatkan sebagai air baku untuk konsumsi sehari-hari masyarakat pascatercemar oleh limbah yang berbau etanol-alkohol.
"Tepatnya mulai tercemar di hari Jumat (1/11). Air bengawan tercemar jadi hitam. Kemudian saya kontrol, memang benar airnya hitam pekat dan berbau etanol alkohol. Saya langsung kontak IPA (Instalasi Pengolahan Air), terus disuruh matikan sini karena air baku tidak bisa diolah sama sekali," kata Penjaga Intake Semanggi Purnomo di Solo, Selasa.
Ia mengatakan akibat kejadian tersebut Intake Semanggi tidak beroperasi lebih dari dua hari dan mulai kembali beroperasi pada Minggu (3/11) malam. Menurut dia, bukan hanya Intake Semanggi yang tidak dapat beroperasi atau mengambil air baku dari Bengawan Solo tetapi juga Intake Jebres dan Jurug.
Baca juga: Pemprov Jateng turunkan tim atasi pencemaran Bengawan Solo
"Memang tidak bisa digunakan sama sekali karena selain berbau alkohol juga membuat gatal-gatal di kulit," katanya.
Menurut dia, limbah tersebut berasal dari Sungai Samin yang selanjutnya mendapat gelontoran air dari wilayah Tawangmangu yang mulai hujan.
"Selanjutnya terbawa arus ke Sungai Bengawan Solo. Jadi limbah ini dari saluran-saluran yang menetes ke Sungai Samin. Ikan juga banyak yang mati karena terkena limbah ini," katanya.
Baca juga: Bengawan Solo alami pencemaran berat dan berbahaya
Ia mengatakan karena sempat terhenti beroperasi, Intake Semanggi yang berkapasitas 70-100 liter/detik ini tidak bisa menyuplai kebutuhan masyarakat.
"Sejak diberhentikan kemarin suplai ke pelanggan mati semua, jadi mereka disuplai tangki PDAM. Ini sebetulnya kejadian tahunan tetapi ini yang paling parah, soalnya sampai lebih dari dua hari. Biasanya tidak sampai satu hari air kembali normal," katanya.
Sementara itu, dikatakannya, akibat pencemaran limbah tersebut warga sekitar banyak yang memanen ikan di sepanjang sungai.
"Karena ikan-ikan mabuk warga cari ikan cuma pakai tangan, mereka konsumsi dan dijual. Kejadiannya ini sampai ke Sragen, kalau jenis ikannya seperti ikan badar, nila, sapu-sapu," katanya.
Baca juga: Ganjar-Khofifah bersama atasi pencemaran di Sungai Bengawan Solo
"Tepatnya mulai tercemar di hari Jumat (1/11). Air bengawan tercemar jadi hitam. Kemudian saya kontrol, memang benar airnya hitam pekat dan berbau etanol alkohol. Saya langsung kontak IPA (Instalasi Pengolahan Air), terus disuruh matikan sini karena air baku tidak bisa diolah sama sekali," kata Penjaga Intake Semanggi Purnomo di Solo, Selasa.
Ia mengatakan akibat kejadian tersebut Intake Semanggi tidak beroperasi lebih dari dua hari dan mulai kembali beroperasi pada Minggu (3/11) malam. Menurut dia, bukan hanya Intake Semanggi yang tidak dapat beroperasi atau mengambil air baku dari Bengawan Solo tetapi juga Intake Jebres dan Jurug.
Baca juga: Pemprov Jateng turunkan tim atasi pencemaran Bengawan Solo
"Memang tidak bisa digunakan sama sekali karena selain berbau alkohol juga membuat gatal-gatal di kulit," katanya.
Menurut dia, limbah tersebut berasal dari Sungai Samin yang selanjutnya mendapat gelontoran air dari wilayah Tawangmangu yang mulai hujan.
"Selanjutnya terbawa arus ke Sungai Bengawan Solo. Jadi limbah ini dari saluran-saluran yang menetes ke Sungai Samin. Ikan juga banyak yang mati karena terkena limbah ini," katanya.
Baca juga: Bengawan Solo alami pencemaran berat dan berbahaya
Ia mengatakan karena sempat terhenti beroperasi, Intake Semanggi yang berkapasitas 70-100 liter/detik ini tidak bisa menyuplai kebutuhan masyarakat.
"Sejak diberhentikan kemarin suplai ke pelanggan mati semua, jadi mereka disuplai tangki PDAM. Ini sebetulnya kejadian tahunan tetapi ini yang paling parah, soalnya sampai lebih dari dua hari. Biasanya tidak sampai satu hari air kembali normal," katanya.
Sementara itu, dikatakannya, akibat pencemaran limbah tersebut warga sekitar banyak yang memanen ikan di sepanjang sungai.
"Karena ikan-ikan mabuk warga cari ikan cuma pakai tangan, mereka konsumsi dan dijual. Kejadiannya ini sampai ke Sragen, kalau jenis ikannya seperti ikan badar, nila, sapu-sapu," katanya.
Baca juga: Ganjar-Khofifah bersama atasi pencemaran di Sungai Bengawan Solo
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
30 dokter baru UMS resmi dilantik, layani pasien dengan senyum dan kesabaran
04 March 2026 17:28 WIB
Seorang petugas tewas usai terjatuh di mesin penggiling sampah di TPA Putri Cempo
02 March 2026 23:02 WIB
Respati optimalkan penyerapan dan penyaluran tenaga kerja lewat program RSK
25 February 2026 20:47 WIB
Komunitas budaya asal Jepang kunjungi sejumlah tempat bersejarah di Solo Raya
22 February 2026 10:22 WIB