Jakarta (ANTARA) - Ahli gizi menyebut hasil telaah kritis berbagai jurnal penelitian tentang berbagai jenis air menunjukkan bahwa air mineral biasa masih lebih baik dari pada air oksigen dan air alkali yang disebut-sebut memiliki manfaat kesehatan.
“Air oksigen tidak terbukti memperbaiki status hidrasi lebih cepat dari air biasa. Tingkat kepercayaan tentang manfaatnya tidak terbukti meningkatkan kesehatan fisik,” kata ahli gizi yang juga Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG) Dr dr Diana Sunardi M.Gizi, Sp.GK di Jakarta, Selasa.
Hal serupa juga terjadi pada penelitian terhadap air alkali yang menunjukkan belum terbukti secara kuat memiliki manfaat terhadap kesehatan.
“Air alkali hanya memperbaiki status hidrasi saja, sama seperti air biasa,” kata Diana.
Dia menyebut masyarakat cenderung mempercayai komunikasi yang beredar dengan klaim yang berlebihan meski tidak memiliki sumber dan kredibilitas yang jelas.
Survei juga menunjukkan masyarakat Indonesia cukup mengenal produk-produk air beroksigen dan air alkali yang dianggap memiliki berbagai manfaat terhadap kesehatan dan bahkan dapat menyembuhkan penyakit.
Sedangkan untuk air demineral atau air yang tanpa memiliki mineral apapun dengan melalui proses terlebih dahulu lebih sedikit dikenal di masyarakat.
Air demineral terlebih dulu melalui proses deionisasi atau destilasi sehingga tidak mengandung zat apapun di dalamnya. Mengonsumsi air demineral dalam jangka waktu yang lama tidak baik untuk kesehatan karena tubuh menjadi kekurangan vitamin B12.
Ahli sebut air mineral lebih baik daripada air oksigen dan alkali
Selasa, 14 Mei 2019 21:11 WIB
Ilustrasi - Produksi air kemasan (Ist)
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perusahaan air mineral ini salurkan bantuan sembako kepada masyarakat selama Ramadhan
20 March 2024 4:31 WIB, 2024
Pemprov Jateng dan DPRD siapkan perda pengelolaan pertambangan mineral
30 November 2023 14:40 WIB, 2023
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB