Solo (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta, Jawa Tengah, menargetkan sebanyak 7.000 investor baru hingga akhir 2019 baik untuk reksadana saham maupun saham.

"Kalau dari sisi perkembangan jumlah investor di reksadana saham hingga Desember 18.439" >
Jika dirinci, jumlah investor di Soloraya paling tinggi di Kota Solo sebanyak 2.885" >1.539 investor, Karanganyar 2.862investor," >1.398 investor, dan Wonogiri sebanyak 1.499 investor.

Jumlah investor di saham, dikatakannya, lebih tinggi jika dibandingkan dengan reksadana saham. Berdasarkan data, jumlah investor saham per Februari yang tercatat di BEI Surakarta sebanyak 26.133 investor.

Sebagai rincian, khusus Kota Surakarta sebanyak 6.121" >1.666 investor, Sragen 1.709" >2.820 investor, dan Klaten sebanyak 4.055 investor.

Sementara itu, untuk memastikan masyarakat memahami dunia saham dan tertarik menjadi investor, pihaknya mulai mengenalkan masyarakat pada reksadana saham.

"Beberapa waktu lalu kami buka kelas reksadana saham, targetnya lebih untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pasar modal. Jadi kami mengenalkan reksadana saham terlebih dahulu. Harapannya pemegang reksadana saham ini akan investasi di saham juga di kemudian hari," katanya.

Untuk di reksadana saham ini, dikatakannya, lebih sesuai untuk investor pemula dimana tidak membutuhkan modal yang terlalu besar.

"Khusus di reksadana saham ini dengan dana terbatas masyarakat bisa melakukan deverfisikasi," katanya.

Sementara itu, dari sisi transaksi di Soloraya untuk reksadana saham sebesar Rp133.800" >4-5 triliun/bulan.

"Angka transaksi di saham ini lebih baik jika dibandingkan tahun lalu sekitar Rp3,5 triliun/bulan," katanya.

Pewarta : Aries Wasita Widi Astuti
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026