Pekalongan, Jawa Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, sepakat menandatangani kerja sama dengan investor Malaysia, Elenergy Capital Sdn Bhd dalam bidang investasi dan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan, Jateng, Senin, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kerja sama dalam upaya mengatasi darurat sampah tersebut.
"Alhamdulillah, investor dari Malaysia serius berinvestasi. Sekarang, tinggal komitmen bersama empat daerah untuk menentukan lahan yang tepat dan menindaklanjuti kerja sama ini," katanya.
Menurut dia, kerja sama ini merupakan langkah strategis pemkot untuk mengatasi persoalan pengelolaan sampah sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.
Proyek pengolahan sampah menjadi energi ini, kata dia, akan melibatkan empat daerah yaitu Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang.
"Empat daerah ini akan bersinergi dalam penyediaan lahan serta pengelolaan fasilitas," katanya.
Afzan menegaskan bahwa isu sampah kini menjadi persoalan mendesak terutama untuk di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan.
"Kalau wilayah kabupaten mungkin masih luas. Akan tetapi, untuk di wilayah kami sudah terasa sekali dampaknya sehingga dengan adanya teknologi waste to energy ini semoga masalah sampah bisa teratasi sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat," katanya.
Ia mengatakan rencananya lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi ini ditempatkan di wilayah Kabupaten Batang atau Kabupaten Pekalongan karena kebutuhan lahan mencapai sekitar 10 hektare.
"Kami berharap proyek ini menjadi model kerja sama regional lintas daerah dalam mengelola sampah," katanya.

