Logo Header Antaranews Jateng

Rute penerbangan internasional ke Jateng tarik investor

Kamis, 22 Januari 2026 21:51 WIB
Image Print
Ilustrasi - pembukaan kembali rute penerbangan internasional ke Singapura di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang pada Desember 2024. (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa pembukaan rute penerbangan internasional Semarang–Kuala Lumpur dan Semarang–Singapura di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang terbukti mampu menarik investor, khususnya dari Singapura.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Sakina Rosellasari, di Semarang, Kamis, mengatakan bahwa penerbangan internasional di Bandara Ahmad Yani membawa keuntungan signifikan bagi sektor pariwisata dan investasi.

Menurut dia, pembukaan rute internasional tersebut semakin mempermudah mobilitas investor, terlebih Singapura tercatat sebagai salah satu negara asal investor terbesar di Jateng.

"Kami melihat, begitu rute Semarang–Singapura dibuka dengan maskapai Scoot, banyak pelaku usaha dari Singapura datang ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, yang mayoritas investornya berasal dari Singapura," katanya.

Ia menjelaskan bahwa penerbangan langsung memangkas waktu tempuh ke Jateng karena investor tidak lagi harus transit di Jakarta.

Dengan begitu, kata dia, efisiensi waktu perjalanan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal semakin meningkat.

Berdasarkan catatan DPMPTSP Jateng, investor asal Singapura menanamkan modal sebesar Rp11,43 triliun, atau 22,48 persen dari total penanaman modal asing (PMA).

Capaian tersebut menempatkan Singapura sebagai negara asal investor terbesar kedua di Jateng, setelah Hong Kong.

"Untuk penanaman modal di Jateng, investor Singapura lebih banyak masuk ke kawasan industri. KEK Kendal merupakan konsorsium antara PT Jababeka Tbk dari Indonesia dan Sembcorp Development Ltd, yang berinvestasi pada pembangunan infrastruktur kawasan," katanya.

Untuk itu, Pemprov Jateng juga melakukan pendekatan agar investor yang telah mapan di Jateng memperluas jangkauan investasinya ke daerah lain.

Menurut dia, upaya tersebut tidak hanya menyasar investor Singapura, tetapi juga penanam modal dari negara lain.

"Selain mendorong investasi ke kawasan industri, kami juga membangun relasi yang baik dengan investor asing, domestik, maupun lokal. Kami juga melakukan pendampingan, termasuk saat sistem OSS RBA (Online Single Submission – Risk Based Approach) sempat bermasalah. Kami duduk bersama dan memfasilitasi," katanya.

Rute penerbangan internasional dari Semarang yang sempat terhenti sejak pandemi COVID-19 hingga 2024, kembali dibuka, yakni penerbangan ke Malaysia pada September 2025, dan ke Singapura pada Desember 2025.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026