Pemkab Magelang gelar festival makanan "Djadoel"
Selasa, 20 Maret 2018 7:40 WIB
Ilustrasi - Sejumlah mahasiswa berpakaian adat membuat jenang Bhinneka Tunggal Ika dalam rangkaian acara Festival Jenang Nusantara 2017 di Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah, Minggu (12/2). Puncak acara Festival Jenang Nusantara 2017 yang diselenggarakan pada 17 Februari mendatang akan menyajikan beraneka macam jenang dari berbagai daerah di Indonesia yang bertujuan untuk melestarikan makanan tradision
Magelang (Antaranews Jateng) - Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggelar Festival Makanan "Djadoel" (zaman dulu) pada tanggal 23-25 Maret 2018.
Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso, di Magelang, Senin, mengatakan dalam festival makanan dengan tema "Legendary and Culture" tersebut terdapat puluhan stand makanan zaman dulu yang mengajak para pengunjung hanyut dalam nostalgia.
Berbagai sajian hidangan dalam festival tersebut antara lain sego jagung, sego ingkung, sego megono, blendrang, jemunak, jenangan dan minuman wedang uwuh.
"Kami ingin mengajak masyarakat untuk bernostalgia dengan masakan-masakan khas nenek moyang yang merupakan bagian dari kekayaan Indonesia," katanya.
Ia menuturkan festival akan digelar mulai pagi hingga malam hari. Untuk menyemarakkan festival, para pengunjung bakal dimanjakan berbagai lomba dan hiburan, seperti lomba senam tobelo, jalan sehat, lomba masak tradisional, lomba fashion show daur ulang, dan kesenian tradisional.
Iwan mengatakan melalui festival makanan djadoel akan mampu memperkenalkan dan meningkatkan potensi kuliner Magelang. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wadah pegiat seni dan budaya serta komunitas anak muda dalam berkarya.
"Festival ini digelar juga dalam rangka memeriahkan HUT ke-34 Kota Mungkid yang menjadi ibu kota Kabupaten Magelang," katanya.
Ia berharap festival itu mampu menggaet wisatawan luar daerah terutama pencinta kuliner. Pihaknya optimistis kegiatan tersebut akan mampu menyedot 10 ribu pengunjung.
"Kami harapkan kegiatan ini menjadi kalender tahunan yang bisa meningkatkan roda perekonomian pegiat kuliner," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso, di Magelang, Senin, mengatakan dalam festival makanan dengan tema "Legendary and Culture" tersebut terdapat puluhan stand makanan zaman dulu yang mengajak para pengunjung hanyut dalam nostalgia.
Berbagai sajian hidangan dalam festival tersebut antara lain sego jagung, sego ingkung, sego megono, blendrang, jemunak, jenangan dan minuman wedang uwuh.
"Kami ingin mengajak masyarakat untuk bernostalgia dengan masakan-masakan khas nenek moyang yang merupakan bagian dari kekayaan Indonesia," katanya.
Ia menuturkan festival akan digelar mulai pagi hingga malam hari. Untuk menyemarakkan festival, para pengunjung bakal dimanjakan berbagai lomba dan hiburan, seperti lomba senam tobelo, jalan sehat, lomba masak tradisional, lomba fashion show daur ulang, dan kesenian tradisional.
Iwan mengatakan melalui festival makanan djadoel akan mampu memperkenalkan dan meningkatkan potensi kuliner Magelang. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wadah pegiat seni dan budaya serta komunitas anak muda dalam berkarya.
"Festival ini digelar juga dalam rangka memeriahkan HUT ke-34 Kota Mungkid yang menjadi ibu kota Kabupaten Magelang," katanya.
Ia berharap festival itu mampu menggaet wisatawan luar daerah terutama pencinta kuliner. Pihaknya optimistis kegiatan tersebut akan mampu menyedot 10 ribu pengunjung.
"Kami harapkan kegiatan ini menjadi kalender tahunan yang bisa meningkatkan roda perekonomian pegiat kuliner," katanya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SPPG Purwosari Kudus minta maaf dan tanggung jawab atas dugaan keracunan makanan MBG
29 January 2026 16:28 WIB
Pemkot Pekalongan gandeng 20 SPPG suplai 300 porsi makanan untuk pengungsi
20 January 2026 11:45 WIB