
Pemkot Pekalongan imbau warga selektif memilih takjil

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat selektif dalam memilih makanan atau minuman takjil untuk menghindari pangan yang mengandung bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, maupun pewarna non-pangan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan Puji Winarti di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa sejumlah bahan kimia sering disalahgunakan dalam pengolahan makanan untuk memperpanjang masa simpan maupun memperbaiki tampilan produk.
"Padahal penggunaan bahan tersebut pada makanan telah dilarang karena dapat membahayakan kesehatan," katanya.
Menurut dia, zat formalin pada umumnya digunakan sebagai bahan pengawet ini memiliki ciri tidak mudah rusak meskipun disimpan cukup lama pada suhu ruang.
"Kalau formalin fungsinya lebih ke pengawet. Ciri-ciri makanan yang mengandung formalin ini tidak mudah rusak, meski disimpan hingga keesokan harinya di suhu ruang, namun masih tetap tahan," katanya.
Ia yang didampingi Sanitarian Muda Dinkes Kota Pekalongan Maysaroh mengatakan zat yang patut dicurigai lainnya seperti boraks yang biasanya digunakan untuk membuat tekstur makanan menjadi lebih kenyal dan tampak lebih menarik.
Misalnya, kata dia, produk bakso yang mengandung boraks memiliki tekstur yang kenyal bahkan dapat memantul ketika dilempar.
"Jika bakso menggunakan boraks, ketika dilempar bisa memantul. Namun jika menggunakan tepung pati, saat terjatuh tetap jatuh biasa dan tidak memantul tinggi," katanya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penggunaan pewarna berbahaya, seperti rhodamin B, yang tidak diperuntukkan bagi makanan kerupuk merah atau kerupuk usek.
Pewarna berbahaya, kata dia, biasanya tidak tercampur secara merata, namun hal ini dapat terlihat dari adanya titik-titik warna yang cenderung kebiruan.
"Kalau menggunakan pewarna makanan, warnanya akan menyatu dengan baik atau ngeblend secara sempurna. Namun jika menggunakan pewarna non-pangan seperti rhodamin, warnanya sering tidak merata dan muncul titik-titik," katanya.
Baca juga: Pemkot Pekalongan gencarkan gerakan imunisasi lengkap cegah penyakit campak
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
