Operasi pasar harus sesuai mekanisme pasar
Selasa, 9 Januari 2018 18:43 WIB
Ilustrasi- Sejumlah warga membeli beras dalam kegiatan operasi pasar yang digelar Bulog Subdivre Banyumas di kompleks Pasar Wage, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (14/12/2017) pagi. (Foto: Sumarwoto)
Solo, (Antaranews Jateng) - Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Provinsi Jawa Tengah menyatakan operasi pasar (OP) yang digelar oleh pemerintah harus sesuai dengan mekanisme pasar agar hasilnya lebih maksimal.
"Kalau OP dilakukan oleh Bulog langsung maka sifatnya hanya publikasi, tentu hasilnya tidak akan maksimal. Berbeda jika OP dilakukan melalui pedagang, hasilnya lebih optimal untuk menurunkan harga beras," kata Ketua LP2K Provinsi Jawa Tengah Ngargono di Solo, Selasa.
Ia mengatakan dengan sistem mekanisme pasar yang melibatkan pedagang maka pemerintah akan lebih mudah menstabilkan harga kembali ke normal.
Menurut dia, operasi pasar tersebut sudah sejak lama ditunggu oleh pedagang yang selama ini juga resah dengan kenaikan harga beras yang terjadi akhir-akhir ini.
"Beberapa waktu yang lalu saya ke sejumlah pasar tradisional, pedagang juga bertanya akan ada langkah apa dari pemerintah karena mereka sama saja tidak diuntungkan dengan kenaikan harga ini," katanya.
Sementara itu, daripada memberikan pernyataan yang melegakan namun tidak sesuai dengan kenyataan, pihaknya meminta agar pemerintah langsung melakukan langkah nyata.
"Selama ini saya lihat pemerintah hampir selalu mengatakan bahwa harga komoditas dalam kondisi stabil padahal kenyataannya kenaikan harga sampai 15-25 persen, saya rasa ini bukan pernyataan yang bisa dipertanggungjawabkan," katanya.
Sementara itu, terkait dengan OP tersebut pihaknya berharap agar pemerintah tidak hanya fokus memberikan harga murah tetapi juga harus memperhatikan kualitas produk.
"Apa yang diinginkan oleh pasar, itu yang harus disediakan oleh pemerintah," katanya.
"Kalau OP dilakukan oleh Bulog langsung maka sifatnya hanya publikasi, tentu hasilnya tidak akan maksimal. Berbeda jika OP dilakukan melalui pedagang, hasilnya lebih optimal untuk menurunkan harga beras," kata Ketua LP2K Provinsi Jawa Tengah Ngargono di Solo, Selasa.
Ia mengatakan dengan sistem mekanisme pasar yang melibatkan pedagang maka pemerintah akan lebih mudah menstabilkan harga kembali ke normal.
Menurut dia, operasi pasar tersebut sudah sejak lama ditunggu oleh pedagang yang selama ini juga resah dengan kenaikan harga beras yang terjadi akhir-akhir ini.
"Beberapa waktu yang lalu saya ke sejumlah pasar tradisional, pedagang juga bertanya akan ada langkah apa dari pemerintah karena mereka sama saja tidak diuntungkan dengan kenaikan harga ini," katanya.
Sementara itu, daripada memberikan pernyataan yang melegakan namun tidak sesuai dengan kenyataan, pihaknya meminta agar pemerintah langsung melakukan langkah nyata.
"Selama ini saya lihat pemerintah hampir selalu mengatakan bahwa harga komoditas dalam kondisi stabil padahal kenyataannya kenaikan harga sampai 15-25 persen, saya rasa ini bukan pernyataan yang bisa dipertanggungjawabkan," katanya.
Sementara itu, terkait dengan OP tersebut pihaknya berharap agar pemerintah tidak hanya fokus memberikan harga murah tetapi juga harus memperhatikan kualitas produk.
"Apa yang diinginkan oleh pasar, itu yang harus disediakan oleh pemerintah," katanya.
Pewarta : Aris Wasita Widiastuti
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mensesneg optimistis IHSG menguat, pemerintah siap lakukan pembenahan terhadap pasar modal
02 February 2026 12:35 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB