Kodim Demak Gelar Latihan Penanggulangan Banjir
Senin, 27 November 2017 20:41 WIB
Demak - Sejumlah personel dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0716/Demak, Jawa Tengah, mendapatkan pelatihan tata cara mempersiapkan perahu karet untuk antisipasi bencana banjir di daerah setempat, Senin (27/11). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Akhmad Nazar
Demak, ANTARA JATENG - Komando Distrik Militer (Kodim) 0716/Demak, Jawa Tengah, menggelar latihan penanggulangan bencana banjir untuk antisipasi bencana banjir di daerah setempat, Senin.
Menurut Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kodim 0716/Demak Kapt Kav N. Passaribu di Demak, Senin, pelatihan penanggulangan bencana banjir melibatkan seluruh personel dari Kodim 0716/Demak.
"Seorang prajurit tidak hanya bertugas menegakkan kedaulatan negara, melainkan saat terjadi bencana banjir juga dituntut bisa membantu mengevakuasi korban bencana banjir," ujarnya.
Selain itu, kata dia, mereka juga dituntut bisa menyiapkan logistik dan dapur umum untuk membantu meringankan beban korban banjir.
Oleh karena itu, lanjut dia, semua personel TNI Demak diberikan pelatihan dalam penanggulangan bencana banjir, untuk antisipasi ketika di wilayah Demak terjadi bencana banjir.
Pelatihan yang diberikan, salah satunya tata cara mengoperasikan perahu karet dengan menggunakan mesin tempel serta cara mendayung.
Ia berharap, ketika terjadi banjir, mereka sudah siap dengan apa yang akan dikerjakan.
Apalagi, lanjut dia, TNI dituntut selalu siap membantu masyarakat yang menjadi korban bencana alam.
Untuk menghindari banjir, dia berharap, masyarakat juga turut serta terlibat dengan menjaga kebersihan dan ketertiban dalam membuang sampah di lingkungannya masing-masing.
"Buanglah sampah pada tempatnya, agar lingkungan sekitar selalu bersih, nyaman dan bebas penyakit," ujarnya.
Pada tahun 2013, bencana banjir sempat melanda Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, yang mengakibatkan sektor pertanian mengalami kerugian miliaran rupiah.
Selain itu, banjir juga mengakibatkan sejumlah perkampungan terdampak, meliputi Desa Mijen, Jleper, Ngelo Kulon, Pecuk, dan Pasir, serta Desa Ngegot.
Banjir tersebut, disebabkan jebolnya tanggul kanan Sungai Wulan yang ada di Desa Mijen.
Bahkan, banjir tidak hanya mengakibatkan rumah dan areal pertanian di tujuh desa di Kecamatan Mijen tergenang banjir, karena dua desa di Kecamatan Wedung, yakni Desa Jetak dan Jungsemi juga ikut terkena dampak.
Menurut Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kodim 0716/Demak Kapt Kav N. Passaribu di Demak, Senin, pelatihan penanggulangan bencana banjir melibatkan seluruh personel dari Kodim 0716/Demak.
"Seorang prajurit tidak hanya bertugas menegakkan kedaulatan negara, melainkan saat terjadi bencana banjir juga dituntut bisa membantu mengevakuasi korban bencana banjir," ujarnya.
Selain itu, kata dia, mereka juga dituntut bisa menyiapkan logistik dan dapur umum untuk membantu meringankan beban korban banjir.
Oleh karena itu, lanjut dia, semua personel TNI Demak diberikan pelatihan dalam penanggulangan bencana banjir, untuk antisipasi ketika di wilayah Demak terjadi bencana banjir.
Pelatihan yang diberikan, salah satunya tata cara mengoperasikan perahu karet dengan menggunakan mesin tempel serta cara mendayung.
Ia berharap, ketika terjadi banjir, mereka sudah siap dengan apa yang akan dikerjakan.
Apalagi, lanjut dia, TNI dituntut selalu siap membantu masyarakat yang menjadi korban bencana alam.
Untuk menghindari banjir, dia berharap, masyarakat juga turut serta terlibat dengan menjaga kebersihan dan ketertiban dalam membuang sampah di lingkungannya masing-masing.
"Buanglah sampah pada tempatnya, agar lingkungan sekitar selalu bersih, nyaman dan bebas penyakit," ujarnya.
Pada tahun 2013, bencana banjir sempat melanda Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, yang mengakibatkan sektor pertanian mengalami kerugian miliaran rupiah.
Selain itu, banjir juga mengakibatkan sejumlah perkampungan terdampak, meliputi Desa Mijen, Jleper, Ngelo Kulon, Pecuk, dan Pasir, serta Desa Ngegot.
Banjir tersebut, disebabkan jebolnya tanggul kanan Sungai Wulan yang ada di Desa Mijen.
Bahkan, banjir tidak hanya mengakibatkan rumah dan areal pertanian di tujuh desa di Kecamatan Mijen tergenang banjir, karena dua desa di Kecamatan Wedung, yakni Desa Jetak dan Jungsemi juga ikut terkena dampak.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin Lathif
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kodim dan Pemkab Rembang tanam 1.000 mangrove di pesisir kawasan hutanPasar Banggi
25 May 2026 19:50 WIB
Kodim dan Pemkab Rembang tanam 1.000 mangrove di pesisir kawasan hutanPasar Banggi
25 May 2026 19:50 WIB
Pemkab Pekalongan komitmen dukung percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
11 April 2026 19:29 WIB
12 gedung KDKMP di Kabupaten Kudus ditargetkan selesai dibangun pada akhir Januari
21 January 2026 9:48 WIB
Pemkot Pekalongan bersama Kodim percepat penanganan banjir akibat tanggul sungai jebol
07 January 2026 19:56 WIB