Wonosobo, Antara Jateng - Pembukaan curug atau air terjun Kedung Pane di Desa Erorejo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, melengkapi destinasi wisata di daerah pinggir Waduk Wadaslintang tersebut.

Kepala Desa Erorejo, Ambar Riyanto di Wonosobo, Sabtu, mengatakan pembukaan Kedung Pane untuk melengkapi destinasi wisata agar para pengunjung semakin banyak pilihan.

Sebelumnya Desa Erorejo sukses mengembangkan Lubang Sewu menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang banyak menarik wisatawan berkunjung.

"Lubang sewu sudah berhasil menggerakkan ekonomi warga desa dan kini kami berupaya agar geliat perekonomian di Erorejo semakin tumbuh dengan dibukanya objek wisata Curug Kedung Pane," katanya saat menerima kunjungan Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo Agus Purnomo.

Ambar mengatakan di Curug Kedung Pane, pengunjung bisa menikmati panorama khas pedesaan yang masih alami.

"Gemericik air yang jernih dan hamparan persawahan di sekelilingnya banyak disebut para pengunjung mampu memberi rasa tenteram dan nyaman," katanya.

Menurut dia, lokasi curug aman untuk aktivitas mandi dan merasakan kesejukan serta kesegaran airnya.

Tidak hanya wisata curug, katanya, desa menyediakan objek lain yang terletak tidak jauh dari Kedung Pane, yaitu puncak Bukit Windusari.

"Pada pagi dan sore hari akan terlihat pesona matahari terbit maupun matahari tenggelam dari puncak Windusari," katanya.

Ia mengatakan untuk mengakses objek-objek wisata tersebut, pihak desa tidak mematok tarif mahal, karena pengunjung hanya perlu membayar ongkos parkir kendaraan Rp2.000.

"Bagi kami yang penting adalah agar ekonomi warga desa bisa bergerak, karena nantinya efek lanjutan yang muncul adalah terbukanya peluang usaha bagi masyarakat setempat," katanya.

Ketua Karang Taruna Desa Erorejo Anas Fauzi mengatakan setelah berhasil dengan Lubang Sewu, semangat warga Erorejo untuk mengangkat potensi pariwisata menjadi sangat tinggi.

"Lubang sewu kini dikunjungi sekitar 2.000 wisatawan per minggu dan mampu memberikan dampak perekonomian luar biasa bagi warga," katanya.

Menurut dia hal serupa juga bisa diperoleh dari terangkatnya potensi Kedung Pane dan Puncak Windusari.

"Tren wisata alam sekarang tengah populer karena peran media, baik cetak maupun elektronik, serta sosial media. Fenomena itu harus ditangkap sebagai peluang untuk menghidupkan desa agar ke depan warga mampu mandiri dan sejahtera," katanya.

Kepala Kantor Parekraf Kabupaten Wonosobo, Agus Purnomo yang tengah gencar mendorong desa agar mengoptimalkan potensi wisata mereka, menyebut Erorejo layak menjadi teladan bagi desa-desa lain di Wonosobo.

"Peran masyarakat, terutama para pemuda Erorejo yang begitu semangat dalam mengoptimalkan potensi wisata mereka, layak diapresiasi dan semoga mampu memotivasi desa-desa lain agar bergerak demi memajukan perekonomian warga," katanya.