Petani Lereng Sumbing Mulai Tanam Tembakau
Rabu, 13 April 2016 16:49 WIB
Petani merawat tanaman tembakau di kawasan lereng Gunung Sindoro, Desa Tlahab, Kledung, Temanggung, Jateng. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/Asf/Spt/14.
Temanggung, Antara Jateng - Para petani di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mulai menanam tembakau sebagai bahan baku rokok kretek.
Bawon (42), petani Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, di Temangung, Rabu, mengatakan bahwa tanam tembakau biasanya mulai akhir Maret. Namun, untuk musim tanam ini terpaksa mundur karena curah hujan masih relatif cukup tinggi di akhir Maret lalu.
"Sebenarnya, curah hujan di awal April ini juga masih tinggi, tetapi sudah berkurang dibanding akhir Maret lalu," katanya.
Menurut dia, penanaman tembakau masih bisa ditangguhkan lagi. Akan tetapi, untuk lahan yang berada di atas ketinggian lebih dari 1.400 meter di atas permukaan laut tetap harus dilakukan karena pertumbuhan tanaman tembakau di lahan itu lebih lambat daripada lahan yang berada di bawah ketinggian tersebut.
"Pertumbuhannya berbeda dengan lahan yang berada di bawah. Meskipun curah hujan masih cukup tinggi, kami tetap harus mulai tanam," katanya.
Sutopo, petani Desa Lamuk Legok, Kecamatan Tlogomulyo, mengatakan bahwa risiko menanam tembakau pada saat curah hujan masih tinggi memang sangat besar. Untuk itu, saat ini sebagian besar petani menyiasati dengan menanam bibit tembakau di plastik polybag terlebih dahulu.
Dengan metode itu, menurut dia, tingkat kematian bibit tembakau saat ditanam bisa lebih kecil karena sebelum ditanam di lahan bibit tembakau ini sudah lebih tahan terhadap guyuran hujan.
"Biasanya jika ditanam langsung ketika diguyur hujan deras akan ambruk. Akan tetapi, kalau di plastik polybag terlebih dahulu, bibit tembakau akan lebih tahan," katanya.
Ia berharap cuaca pada masa tanam tembakau kali ini bisa mendukung pertumbuhan tanaman tembakau sehingga bisa menghasilkan kualitas tembakau bagus.
Bawon (42), petani Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, di Temangung, Rabu, mengatakan bahwa tanam tembakau biasanya mulai akhir Maret. Namun, untuk musim tanam ini terpaksa mundur karena curah hujan masih relatif cukup tinggi di akhir Maret lalu.
"Sebenarnya, curah hujan di awal April ini juga masih tinggi, tetapi sudah berkurang dibanding akhir Maret lalu," katanya.
Menurut dia, penanaman tembakau masih bisa ditangguhkan lagi. Akan tetapi, untuk lahan yang berada di atas ketinggian lebih dari 1.400 meter di atas permukaan laut tetap harus dilakukan karena pertumbuhan tanaman tembakau di lahan itu lebih lambat daripada lahan yang berada di bawah ketinggian tersebut.
"Pertumbuhannya berbeda dengan lahan yang berada di bawah. Meskipun curah hujan masih cukup tinggi, kami tetap harus mulai tanam," katanya.
Sutopo, petani Desa Lamuk Legok, Kecamatan Tlogomulyo, mengatakan bahwa risiko menanam tembakau pada saat curah hujan masih tinggi memang sangat besar. Untuk itu, saat ini sebagian besar petani menyiasati dengan menanam bibit tembakau di plastik polybag terlebih dahulu.
Dengan metode itu, menurut dia, tingkat kematian bibit tembakau saat ditanam bisa lebih kecil karena sebelum ditanam di lahan bibit tembakau ini sudah lebih tahan terhadap guyuran hujan.
"Biasanya jika ditanam langsung ketika diguyur hujan deras akan ambruk. Akan tetapi, kalau di plastik polybag terlebih dahulu, bibit tembakau akan lebih tahan," katanya.
Ia berharap cuaca pada masa tanam tembakau kali ini bisa mendukung pertumbuhan tanaman tembakau sehingga bisa menghasilkan kualitas tembakau bagus.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Jateng: Bencana longsor area Gunung Slamet bukan karena penambangan
28 January 2026 16:11 WIB
Gubernur Jateng tegaskan polemik tambang di lereng Slamet sudah ditangani
12 December 2025 20:29 WIB
PDAM Batang-Komunitas restorasi mata air cegah krisis air di lereng Kamulyan
29 November 2025 18:56 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Wakil Ketua DPRD dukung pengembangan bus listrik Trans Jateng ramah lingkungan
15 May 2026 19:40 WIB
Pemkab Batang terima 3.377 pengajuan perizinan selama triwulan I 2026 melalui MPP
13 May 2026 21:28 WIB
Legislator: Pertumbuhan ekonomi Jateng harus berdampak ke kesejahteraan masyarakat
13 May 2026 19:45 WIB