Logo Header Antaranews Jateng

Masyarakat di lereng perbukitan diimbau untuk waspada longsor

Minggu, 30 November 2025 12:38 WIB
Image Print
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto tentang kejadian bencana di Temanggung. ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto mengimbau agar masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan untuk selalu waspada terhadap bencana longsor yang bisa mengancam saat cuaca ekstrem.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan seperti lereng perbukitan, bantaran sungai, dan area terbuka yang rentan diterpa angin kencang. Jika terjadi hujan deras berdurasi panjang, agar mencari tempat aman," katanya di Temanggung, Minggu.

Ia menyampaikan, BPBD Kabupaten Temanggung mencatat ada sebanyak 345 kejadian bencana yang terjadi di wilayahnya sejak Januari hingga November 2025.

Ia menyebutkan bahwa dari total kejadian tersebut terdapat 114 kasus tanah longsor, 59 kejadian banjir, 131 kejadian akibat cuaca ekstrem, serta sisanya kejadian lainnya seperti laka air dan angin puting beliung.

"Dari 345 kejadian itu yang masuk kategori bencana ada 22, itu terjadi di 160 desa yang tersebar di 20 kecamatan," katanya.

Ia mengatakan, cuaca ekstrem mendominasi rentetan bencana yang terjadi di Temanggung dan kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan serta sinergi lintas sektor dalam menghadapi kondisi alam yang tidak menentu.

Ia menyebutkan, dampak dari kejadian-kejadian tersebut menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp3,9 miliar dan 2.697 warga terdampak dari 800 kepala keluarga.

"Dari jumlah itu ada 91 orang sempat mengungsi dan mendapatkan penanganan penuh dari BPBD selama masa tanggap darurat, kemudian ada tiga orang meninggal, lima orang mengalami luka-luka dan satu orang dinyatakan hilang," katanya.

Ia menyampaikan, setiap kejadian ditangani langsung oleh tim reaksi cepat dan relawan.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026