Polisi Boyolali Dapati SIM Palsu Saat Operasi Zebra
Rabu, 4 November 2015 15:20 WIB
Ilustrasi. SIM
Menurut Kepala Polres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kasat Lantas AKP Yuna Ahadiyah, seorang mengendara yang menunjukan SIM C palsu tersebut atas nama Sri Wahyuni (38) dengan alamat Ngargorejo RT 01/01 Ngargosari Ampel Boyolali.
Menurut Yuna, pihaknya mengusut pemalsukan SIM tersebut karena kejadian ini sudah yang kedua kalinya. Petugas pada dua tahun sebelumnya juga menemukan SIM palsu.
"Kami segera membuat laporan ke Satuan Reskrim agar dilakukan penyelidikan untuk dapat mengungkap kasus pemalsukan SIM ini," ucapnya.
Yuna Ahadiyah mengatakan pihaknya telah menyita surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan SIM palsu milik pengendara, sedangkan saat diminta kartu tanda pengenalnya dia menyatakan ketinggalan di rumah.
"Kami saat menanyakan yang bersangkutan bahwa SIM palsu itu, yang membuatkan kakak kandungan di Solo," tuturnya.
Menurut dia, SIM palsu tersebut sangat mirip, sehingga yang bersangkutan dengan tenang ingin mengelabui petugas saat diperiksa surat-rutanya. Namun, ada sejumlah tanda yang membedakan dengan SIM asli.
"Perbedaan yang menyolok pada tanda hologram SIM palsu tidak mengkilap seperti aslinya. Bahkan, tanda tangan Kapolres Boyolali AKBP Imam Hernowo, di Boyolali yang belum pernah ada nama itu," tukasnya.
Menurut dia, pihaknya menduga kuat ada jaringan sindikat SIM palsu yang beredar di wilayah Boyolali, mengingat sebelumnya juga pernah terungkap adanya SIM palsu.
Dia mengatakan pihaknya melakukan operasi Zebra 2015 selama 14 hari dan pada hari terakhir ini, ada lima titik di wilayah Boyolali. Operasi ini untuk menekan angka kecelakaan dengan meningkatkan keselamatan berkendara dengan mengedepankan baik preventif (pencegahan) maupun represif (penindakan).
Pihaknya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
"Kami dalam operasi Zebra selama 14 hari, mobil bak terbuka dan truk pasir menjadi prioritas utama untuk dilakukan penindakan. Hal itu disebabkan masih banyak ditemukan mobil bak terbuka yang digunakan tak hanya untuk mengangkut barang, tetapi juga mengangkut penumpang," paparnya.
Dia menjelaskan selama pelaksanaan Operasi Zebra tersebut Satlantas Polres Boyolali berhasil menindak 3.033 pengendara baik sepeda Motor maupun mobil. Dari jumlah itu, sebanyak 1.429 dikenakan sanksi tilang.
"1.429 pengendaraa yang ditilang terdiri dari 1.135 pengedara sepeda motor dan 294 mobil. 784 pengedara mendapatkan teguran tertulis dan 820 pengeraan terguran lisan," tukasnya.
Menurut Yuna, pihaknya mengusut pemalsukan SIM tersebut karena kejadian ini sudah yang kedua kalinya. Petugas pada dua tahun sebelumnya juga menemukan SIM palsu.
"Kami segera membuat laporan ke Satuan Reskrim agar dilakukan penyelidikan untuk dapat mengungkap kasus pemalsukan SIM ini," ucapnya.
Yuna Ahadiyah mengatakan pihaknya telah menyita surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan SIM palsu milik pengendara, sedangkan saat diminta kartu tanda pengenalnya dia menyatakan ketinggalan di rumah.
"Kami saat menanyakan yang bersangkutan bahwa SIM palsu itu, yang membuatkan kakak kandungan di Solo," tuturnya.
Menurut dia, SIM palsu tersebut sangat mirip, sehingga yang bersangkutan dengan tenang ingin mengelabui petugas saat diperiksa surat-rutanya. Namun, ada sejumlah tanda yang membedakan dengan SIM asli.
"Perbedaan yang menyolok pada tanda hologram SIM palsu tidak mengkilap seperti aslinya. Bahkan, tanda tangan Kapolres Boyolali AKBP Imam Hernowo, di Boyolali yang belum pernah ada nama itu," tukasnya.
Menurut dia, pihaknya menduga kuat ada jaringan sindikat SIM palsu yang beredar di wilayah Boyolali, mengingat sebelumnya juga pernah terungkap adanya SIM palsu.
Dia mengatakan pihaknya melakukan operasi Zebra 2015 selama 14 hari dan pada hari terakhir ini, ada lima titik di wilayah Boyolali. Operasi ini untuk menekan angka kecelakaan dengan meningkatkan keselamatan berkendara dengan mengedepankan baik preventif (pencegahan) maupun represif (penindakan).
Pihaknya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
"Kami dalam operasi Zebra selama 14 hari, mobil bak terbuka dan truk pasir menjadi prioritas utama untuk dilakukan penindakan. Hal itu disebabkan masih banyak ditemukan mobil bak terbuka yang digunakan tak hanya untuk mengangkut barang, tetapi juga mengangkut penumpang," paparnya.
Dia menjelaskan selama pelaksanaan Operasi Zebra tersebut Satlantas Polres Boyolali berhasil menindak 3.033 pengendara baik sepeda Motor maupun mobil. Dari jumlah itu, sebanyak 1.429 dikenakan sanksi tilang.
"1.429 pengendaraa yang ditilang terdiri dari 1.135 pengedara sepeda motor dan 294 mobil. 784 pengedara mendapatkan teguran tertulis dan 820 pengeraan terguran lisan," tukasnya.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pupuk Indonesia catat serapan pupuk subsidi di Boyolali tertinggi di Jawa Tengah
30 January 2026 18:49 WIB
Pemkab Boyolali tingkatkan layanan kesehatan dengan alat general monitor diagnostic
22 January 2026 19:08 WIB
Deklarasi Boyolali digaungkan bersama pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026
15 January 2026 16:11 WIB
Lima finalis Festival Film Desa HDN 2026 ditonton bareng lewat layar tancap
15 January 2026 14:29 WIB
Muhammad Hatta ajak karang taruna tanamkan empat pilar kebangsaan dalam bermasyarakat
24 December 2025 14:27 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Polresta Pati fasilitasi penyidik KPK untuk pemeriksaan saksi-saksi kasus OTT
29 January 2026 9:10 WIB
Polres Pemalang amankan empat pencuri kelompok Cirebon-Surakarta dan Semarang
27 January 2026 18:58 WIB
Polda Jateng ungkap komplotan pengoplos elpiji subsidi beromset miliaran rupiah
23 January 2026 18:45 WIB
KPK membawa dua koper dan satu dus dokumen dari rumah dinas Bupati Pati Sudewo
22 January 2026 16:31 WIB