Petugas Pos Pendakian Gunung Slamet jalur Bambangan Sugeng Riyadi di Pemalang, Selasa, mengatakan bahwa pascaerupsi, kondisi hutan di kawasan Gunung Slamet mengalami perubahan signifikan hingga mengalami kekeringan yang relatif cukup parah.
"Kawasan hutan Gunung Slamet mengalami kekeringan yang relatif parah di wilayah Pos 4 hingga Pos 9 sehingga kami akan memperketat jalur pendakian ke arah itu," katanya.
Ia mengatakan PVMBG akan memperketat peraturan untuk para pendaki, seperti ada tempat khusus menaruh peralatan pembuatan api unggun dan dilarang membuang sesuatu yang bisa menimbulkan kebakaran.
"Adapun pada Pos 4 hingga Pos 9 akan kami lakukan penjagaan ketat, bahkan pendaki dilarang keras membuat api unggun di lokasi tersebut sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran," katanya.
Ia mengatakan PVMBG akan memberikan sanksi tegas kepada para pendaki yaitu larangan mendaki jika tidak bisa mematuhi peraturan tersebut.
"Kami masih menggodok peraturan pengetatan pendakian agar bisa diterapkan langsung pada tanggal 15 September 2015. Hal itu, sebagai upaya mencegah kejadian yang tidak diinginkan saat para pendaki melakukan pendakian," katanya.
Ia mengatakan untuk periode 15 September hingga 20 September 2015 sudah tercatat 700-an pendaki yang sudah mendaftar melakukan pendakian ke Gunung Slamet.
"Para pendaki yang melakukan pesanan itu, antara lain dari Jakarta, Yogyakarta, Solo bahkan Surabaya. Sedangkan area Pekalongan, Purwokerto, Wonosobo dan Banjarnegara yang lebih dekat sudah bisa melakukan survei sekaligus melakukan pendakian," katanya.
Antisipasi Kebakaran, Pendakian ke Gunung Slamet Diperketat
Selasa, 15 September 2015 19:42 WIB
ilustrasi
Pewarta : Kutnadi
Editor : hernawan
Copyright © ANTARA 2026