
Pemkot Semarang siapkan langkah relokasi korban kebakaran Pasar Kanjengan

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, telah menyiapkan langkah relokasi bagi pedagang yang terdampak kebakaran Pasar Kanjengan agar aktivitas ekonomi dapat segera dipulihkan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Aniceto Magno Da Silva di Semarang, Jumat, mengatakan tempat relokasi sementara telah disiapkan di area pasar yang mampu menampung sekitar 100 hingga 150 pedagang.
Jika masih kurang, kata dia, opsi tambahan di gedung pasar baru yang telah disediakan untuk menampung pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Kanjengan.
"Relokasi pedagang telah kami siapkan agar mereka tetap dapat berjualan kembali. Ini menjadi prioritas agar ekonomi masyarakat tidak terhenti," katanya.
Peristiwa kebakaran Pasar Kanjengan Semarang terjadi pada Kamis (30/4) dini hari yang menghanguskan ratusan unit lapak dan ruko pedagang.
Ia menyebutkan data sementara menunjukkan sekitar 468 unit terdampak langsung, terdiri dari ratusan lapak PKL serta puluhan ruko di Blok F.
Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut tersebut, tetapi membuat kepanikan pedagang dan masyarakat sekitar.
Untuk kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang, kata dia, namun estimasi sementara diperkirakan mencapai miliaran rupiah, dengan sebagian aset berharga dilaporkan berhasil diselamatkan.
"Kerugian masih dalam pendataan, namun estimasi sementara mencapai sekitar Rp3,5 miliar, sementara aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar," katanya.
Mengenai penyebab awal kebakaran, kata dia, hingga saat ini masih belum dapat dipastikan, dan proses investigasi telah diambil alih oleh pihak kepolisian bersama instansi terkait.
Namun demikian, penyelidikan internal juga telah dilakukan oleh Pemkot Semarang untuk mendukung proses pengumpulan data di lapangan.
Baca juga: Gubernur Jateng apresiasi aksi buruh aman dan tertib di Semarang
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
