
Banyumas matangkan persiapan pelaksanaan SPMB jenjang SD-SMP 2026

Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas mematangkan persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama tahun ajaran 2026/2027 melalui penyempurnaan regulasi serta penguatan sistem digital guna mempermudah masyarakat dan meminimalkan kendala teknis.
Ketua Panitia SPMB SD dan SMP Kabupaten Banyumas Tahun 2026 Wahyu Adhi Fibrianto di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu, mengatakan persiapan telah dilakukan sejak awal tahun dengan mengevaluasi pelaksanaan SPMB 2025.
"Bulan Februari lalu kita rapatkan hampir tujuh kali untuk mencari celah-celah yang menjadi kekurangan pada tahun 2025. Hasilnya, petunjuk teknis sudah keluar pada akhir Maret, kemudian pada bulan April kemarin sistem ini sudah selesai kita tetapkan," katanya usai Sosialisasi SPMB Jenjang SD dan SMP Kabupaten Banyumas Tahun 2026 di Kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas.
Ia mengatakan pelaksanaan SPMB pada 20-24 Juni 2026 dengan aplikasi yang telah selesai dikembangkan dan siap dioperasikan.
Menurut dia, perubahan utama pada SPMB 2026 adalah pemisahan waktu pembuatan akun dan proses pendaftaran.
Dengan mekanisme tersebut, kata dia, calon peserta didik membuat akun serta mengunggah dokumen lebih dahulu sehingga saat masa pendaftaran dibuka mereka cukup memilih sekolah tujuan.
Selain itu, kata dia, sistem zonasi juga diubah dengan mengakomodasi wilayah hingga tingkat rukun warga (RW) terdekat dari sekolah.
"Kebijakan ini mengakomodasi warga yang tinggal di RW terdekat dengan sekolah. Tahun lalu ada sekolah yang berbatasan langsung dengan desa lain sehingga warga yang berada tepat di depan sekolah tidak bisa mendaftar karena berbeda wilayah administrasi, dan sekarang sudah bisa terakomodasi," katanya.
Khusus untuk jenjang SMP, kata dia, Banyumas menyediakan daya tampung 15.552 peserta didik yang tersebar di 73 sekolah dengan total 486 rombongan belajar.
Dia mengatakan tahun 2026 menjadi awal penerapan pendaftaran daring untuk jenjang SD di Banyumas.
Menurut dia, sekitar 790 SD siap mendukung digitalisasi layanan tersebut, meskipun pelaksanaan secara bertahap dengan diawali di wilayah eks-Kota Administratif Purwokerto.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah sekolah yang menghadapi keterbatasan jaringan internet, namun digitalisasi dinilai dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat karena proses pendaftaran dapat dilakukan secara lebih efisien.
“Masyarakat yang mengalami kendala selama proses pendaftaran juga dapat menyampaikan aduan melalui fitur yang tersedia dalam aplikasi maupun langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas,” kata Wahyu yang juga Sekretaris Dindik Kabupaten Banyumas.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Banyumas Budi Nugroho mengatakan seluruh fitur dalam aplikasi SPMB dibangun berdasarkan petunjuk teknis yang ditetapkan Dinas Pendidikan.
"Kami berupaya membangun aplikasi dengan fitur dan mutu terbaik demi mengakomodir harapan sekolah dan masyarakat. Apa yang diminta oleh Dinas Pendidikan sudah kami terjemahkan ke dalam sistem," katanya.
Dinkominfo Banyumas juga telah berkoordinasi dengan PLN dan penyedia layanan internet untuk mengantisipasi gangguan listrik maupun jaringan selama masa pendaftaran.
Selain itu, kata dia, uji beban sistem juga telah dilakukan guna memastikan kapasitas layanan mampu mengakomodasi tingginya akses pengguna saat pelaksanaan SPMB berlangsung.
"Kami juga sudah melakukan uji beban pada sistem. Berbagai langkah antisipasi, baik penanganan infrastruktur maupun keamanan sistem digital, telah kami siapkan agar kendala teknis dapat diminimalisir saat pelaksanaan SPMB," kata Budi.
Baca juga: Pemkab Banyumas siapkan destinasi wisata untuk menyambut libur sekolah
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
