Logo Header Antaranews Jateng

Pameran "Sangkan Paraning Gambar" ajak publik temukan jati diri

Sabtu, 30 Mei 2026 20:22 WIB
Image Print
Sejumlah orang menyaksikan karya gambar dipamerkan bertajuk "Sangkan Paraning Gambar" di Loka Budaya Kota Magelang di Magelang, Sabtu (30/5/2026). ANTARA/Hari Atmoko

Magelang (ANTARA) - Pameran bertajuk "Sangkan Paraning Gambar" oleh tujuh pelukis di Loka Budaya Kota Magelang selama 30 Mei-6 Juni 2026 mengajak publik menemukan jati diri sebagai pribadi, sosial, maupun bangsa, kata ketua panitia acara itu, Kaji Habeb.

"(Karya-karya 'drawing' yang dipamerkan) sebagai upaya menemukan jati diri, menjadi jembatan nyata dan tidak nyata yang spiritual dan bernilai," katanya saat pembukaan acara tersebut di Magelang, Sabtu petang.

Sebanyak tujuh pelukis Magelang yang berpameran dengan total 45 karya "drawing" itu, yakni Cholil Ipeh, Cipto Purnomo, Kaji Habeb, Oentoeng Noe, Tomi MRDK, Wahudi, dan Yogi Setiawan.

Pembukaan pameran oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Magelang Nurwiyono, sedangkan penulis kuratorial Presiden Indonesia Raya Menggambar Edo Pop. Pembukaan kegiatan juga ditandai dengan pembacaan puisi dan penampilan tarian.

Pameran tersebut, ujar dia, sebagai perayaan menggambar dan memperkuat karakter para seniman dalam mengekspresikan persoalan kehidupan, seperti lingkungan alam, sosial, kehidupan sehari-hari, perkembangan kebudayaan, dan spiritualitas.

"Mengajak orang menjadi memperkuat karakter," ujar dia.

Presiden Indonesia Raya Menggambar Edo Pop mengemukakan berbagai karya gambar mereka menjadi ruang ekspresi dalam memahami kembali kehidupan sehari-hari.

"'Sangkan Paraning Gambar' mengingatkan kembali tentang kelahiran, kelahiran spiritualitas dalam menjalani kehidupan, diterjemahkan dalam gambar. Kembali ke hati, jiwa. Teman-teman (tujuh pelukis) menjadikan seni tidak egois tetapi ditanamkan menjadi bernilai," katanya.

Ia mencontohkan tentang karya gambar menyangkut lingkungan yang mengingatkan publik tentang pentingnya lingkungan sebagai napas kehidupan yang tidak bisa ditolak sehingga memiliki nilai yang dalam.

Kepala Dinas Dikbud Kota Magelang Nurwiyono mengemukakan berbagai karya yang dipamerkan tersebut mengantar publik memperkuat pemahaman tentang pentingnya filosofi saling menghormati dan toleransi.

Selain itu, katanya, karya gambar memberikan inspirasi yang edukatif bagi anak-anak terkait dengan penanaman karakter.

"Menggambar menginspirasi anak-anak, menanam karakter lewat seni gambar," katanya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026