Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab gandeng KPKNL lelang bangunan Stadion Wergu Wetan

Sabtu, 23 Mei 2026 17:50 WIB
Image Print
Stadion Wergu Wetan Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.)

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menggandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang untuk melelangkan aset bangunan Stadion Wergu Wetan Kudus yang ditaksir senilai Rp969,34 juta untuk dilakukan pembongkaran, menyusul rencana pembangunan yang lebih megah.

"Rencana pelelangan dijadwalkan 3 Juni 2026, sedangkan pengumuman lelang pada 26 Mei 2026," kata Kasubbid Penatausahaan Aset Daerah Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus Marinda Agustina di Kudus, Sabtu.

Untuk hasil penaksiran nilai aset bangunan stadion senilai Rp969,34 juta, kata dia, berdasarkan hasil penaksiran oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dari Semarang.

Ia mengungkapkan dari bangunan tersebut terdapat sejumlah barang berharga yang bisa dimanfaatkan kembali.

Hasil penilaian dari KJPP tersebut, kemudian dijadikan dasar melelang bangunan Stadion Wergu Wetan Kudus tersebut untuk dihapuskan karena pemerintah pusat setuju memberikan menjadi stadion berstandar Asian Football Confederation (AFC) dengan kapasitas sekitar 8.000 penonton.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Harry Wibowo mengungkapkan saat ini tahapannya memang baru proses lelang penghapusan aset bangunan stadion.

Setelah tahap perencanaan selesai yang dimulai sejak April-Mei 2026, maka proses lelang pembangunan oleh pemerintah pusat diperkirakan dimulai pada Juni 2026. Pada periode yang sama Pemkab Kudus diharapkan mulai melakukan pembongkaran stadion lama.

Untuk pembangunan fisiknya, dia memperkirakan dimulai pada Juli-Agustus 2026 dan direncanakan berlangsung secara multi years.

Terkait pembangunan stadionnya, kata dia, awalnya Pemkab Kudus mengusulkan berkapasitas 10.000 penonton, tetapi hasil verifikasi sesuai luasan lahan yang tersedia, kapasitasnya menjadi sekitar 8.000 penonton dengan estimasi anggaran sekitar Rp225 miliar.

"Karena anggaran yang tersedia tidak begitu besar, stadionnya nanti tidak bisa berstandar FIFA (Federation Internationale de Football Association), melainkan berstandar AFC dengan mengutamakan kenyamanan penonton," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026