Logo Header Antaranews Jateng

UMS bangun kolaborasi global untuk pendidikan berbasis AI

Sabtu, 23 Mei 2026 17:09 WIB
Image Print
Penandatanganan Kolaborasi antara UMS dan Cheju Halla University melalui Program RISE (kiri) Aris Rakhmadi, S.T., M.Eng. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi dan transformasi digital melalui partisipasi dalam Capacity-Building Workshop on AI and DX in TVET yang diselenggarakan oleh Cheju Halla University (CHU) bekerja sama dengan SEAMEO TED di Jeju, Korea Selatan, 26–30 April 2026.

Kegiatan ini mengusung tema Human Resource Development for an AI-Driven World dan diikuti oleh pendidik serta pengambil kebijakan TVET dari berbagai negara ASEAN.

Dalam kegiatan tersebut, UMS diwakili oleh dosen Teknik Informatika, yakni Dr. Irma Yuliana, S.T., M.M., M.Eng., dan Aris Rakhmadi, S.T., M.Eng.

Irma mengungkapkan partisipasi UMS dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus pengembangan kompetensi Artificial Intelligence (AI) dan Digital Transformation (DX) pada bidang Technical and Vocational Education and Training (TVET). Workshop ini juga menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring kolaborasi global antara institusi pendidikan di kawasan ASEAN dan Korea Selatan.

“Salah satu agenda penting dalam forum internasional tersebut adalah penandatanganan kerja sama (signing on cooperation) antara UMS dan Cheju Halla University melalui program RISE (Regional Innovation System & Education). Kerja sama ini membuka peluang pengembangan kolaborasi dalam bidang pertukaran mahasiswa, riset internasional, guest lecture, pengembangan pembelajaran berbasis AI, hingga penguatan ekosistem pendidikan digital di masa depan,” ungkapnya, Sabtu.

Program RISE merupakan inisiasi strategis Korea Selatan yang menempatkan universitas sebagai pusat inovasi regional berbasis teknologi, transformasi digital, dan pengembangan sumber daya manusia masa depan.

Melalui pendekatan ini, Cheju Halla University mengintegrasikan pendidikan, industri, pemerintah daerah, dan teknologi digital dalam membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan AI dan kebutuhan dunia kerja global.

“Selama workshop berlangsung, kami memperoleh berbagai materi terkait implementasi AI dalam pendidikan vokasi, AI-driven learning ecosystem, learning analytics, digital transformation, hingga pengembangan future workforce. Materi disampaikan oleh akademisi dan praktisi industri internasional dari Korea Selatan, termasuk pakar Artificial Intelligence, digital ecosystem, serta teknologi digital twin berbasis AI dan remote sensing,” paparnya.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, UMS diharapkan dapat semakin memperkuat pengembangan pembelajaran berbasis AI, smart education ecosystem, computational thinking, serta transformasi digital pendidikan di lingkungan kampus. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis UMS dalam memperluas jejaring internasional dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap era AI-driven society.

Salah satu narasumber utama Yongwook Jun yang merupakan mantan Presiden Taskent University sekaligus praktisi pendidikan internasional dari Cheju Halla University menekankan pentingnya perubahan paradigma pendidikan menuju ekosistem pembelajaran berbasis AI dan kolaborasi lintas negara.

Menurutnya, AI tidak lagi sekadar teknologi tambahan, tetapi telah menjadi kekuatan utama yang mengubah pola pembelajaran, kepemimpinan pendidikan, serta arah pembangunan sumber daya manusia global.

Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan industri dari Donghun Lee, Director Diquest Inc., perusahaan teknologi Korea Selatan yang bergerak di bidang Artificial Intelligence, big data, dan semantic search system.

Ia menegaskan transformasi digital akan berkembang menuju AI Transformation (AX), yaitu fase ketika AI tidak hanya digunakan untuk mendigitalisasi aktivitas, tetapi juga terintegrasi dalam relasi manusia, sistem pembelajaran, hingga pengambilan keputusan. Ia juga menekankan peran pendidik tetap tidak tergantikan oleh AI, melainkan AI berfungsi sebagai companion dalam proses pembelajaran.

Materi lainnya disampaikan oleh Moses Jung dari Pix4D yang membahas perkembangan teknologi digital twin berbasis drone, fotogrametri, AI, dan remote sensing. Teknologi ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan smart city, smart tourism, pemantauan bencana, hingga pendidikan berbasis teknologi spasial modern.

Cheju Halla University melalui forum ini menunjukkan kesiapan Korea Selatan dalam membangun AI-driven world melalui pengembangan kampus berbasis AI (AI-driven campus ecosystem). Pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada digitalisasi kampus, tetapi juga integrasi ekosistem pendidikan dengan AI, smart learning environment, dan pengembangan kompetensi masa depan.

Dalam forum tersebut juga ditekankan bahwa kolaborasi global menjadi kunci dalam menjawab tantangan perkembangan AI yang sangat cepat. Isu kesenjangan kompetensi, transformasi digital, hingga pengembangan sumber daya manusia tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi maupun satu negara saja.

Oleh karena itu, kerja sama internasional menjadi fondasi utama dalam membangun pendidikan yang inklusif, adaptif, dan humanis di era AI.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026