
Dinas Pertanian Banyumas harapkan KSPP perkuat ketahanan pangan daerah

Purwokerto (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengharapkan rencana pembangunan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas Arif Sukmo Buwono di Purwokerto, Banyumas, Kamis siang, mengatakan konsep KSPP dinilai mampu mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan secara berkelanjutan.
“Konsepnya sangat bagus karena menggabungkan pertanian dan peternakan sehingga saling bersinergi, sekaligus tetap menjaga lingkungan,” katanya.
Selain itu, kata dia, pengembangan KSPP juga berpotensi menyerap tenaga kerja muda profesional tanpa menghilangkan peran petani sebagai pemilik lahan.
“Petani tetap sebagai pemilik, sementara tenaga kerja muda dan teknologi masuk untuk meningkatkan produktivitas,” katanya.
Ia mengatakan Banyumas saat ini masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi padi.
Dengan luas lahan sekitar 30 ribu hektare, kata dia, indeks pertanaman mencapai 2,1 kali tanam per tahun dan produktivitas rata-rata sekitar 5,4-5,6 ton per hektare.
Menurut dia, angka tersebut masih dapat ditingkatkan hingga kisaran 6-8 ton per hektare dengan pengelolaan yang lebih optimal.
Berdasarkan data, kebutuhan beras di Banyumas sekitar 126.000 ton per tahun, sementara produksi mencapai 213.881 ton sehingga surplus sebesar 87.881 ton.
Meskipun demikian, ia mengakui terdapat kendala berupa tingkat keasaman tanah (pH) yang masih di bawah 5,5, sehingga kurang optimal bagi pertumbuhan tanaman.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong perbaikan kualitas tanah melalui gerakan pertanian ramah lingkungan (Geramling) yang telah dicanangkan sejak 2025.
Ia juga mengusulkan agar Agrinas membangun pabrik tepung berbasis beras di Banyumas guna mengantisipasi perubahan pola konsumsi masyarakat, khususnya generasi muda yang mulai beralih ke produk olahan seperti roti.
“Kalau kita tidak segera menyiapkan industri pengolahan, kita bisa kalah dengan daerah lain,” katanya.
Selain itu, kata dia, mekanisasi pertanian dinilai penting untuk menekan biaya produksi yang meningkat akibat terbatasnya tenaga kerja usia produktif di sektor pertanian.
Ia mengharapkan Agrinas turut mendorong pengembangan alat dan mesin pertanian guna mempercepat proses produksi serta meningkatkan efisiensi.
‘Dengan pengembangan KSPP tersebut, diharapkan sektor pertanian Banyumas semakin maju, produktif, dan mampu menopang ketahanan pangan secara berkelanjutan,” kata Arif.
Sebelumnya, Vice President Divisi Pangan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang juga Project Director KSPP Blasius Popylus mengatakan pemilihan Banyumas sebagai salah satu lokasi pembangunan KSPP didasarkan pada sejumlah pertimbangan, antara lain posisi geografis yang strategis serta kondisi daerah yang tercatat memiliki surplus pangan, khususnya beras.
Selain itu, berbagai program pengembangan sektor pertanian yang telah dijalankan pemerintah daerah menjadi modal penting dalam mendukung implementasi KSPP.
“KSPP ini bukan dibangun dari nol, melainkan mengoptimalkan sumber daya yang sudah ada di daerah, baik sumber daya manusia, sumber daya alam, maupun potensi lainnya,” katanya usai beraudiensi dengan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Ruang Joko Kahiman, kompleks Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (23/4) siang.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
