Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot perkuat pengendalian inflasi melalui pendekatan terintegrasi

Kamis, 23 April 2026 17:30 WIB
Image Print
Kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Magelang di Kantor Pemkot Magelang, Rabu (22/4/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Pemerintah Kota Magelang memperkuat kebijakan pengendalian inflasi melalui pendekatan yang lebih adaptif dan terintegrasi guna menjaga dan menjamin suplai komoditas strategis.

"Kami intensif menguatkan kerja sama antar-daerah (KAD) dengan wilayah produsen untuk menjamin suplai komoditas strategis tetap terjaga," kata Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang Yonas Nusantrawan Bolla dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Kamis.

Ia mengatakan hal itu pada kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Magelang di Kantor Pemkot Magelang, Rabu (22/4), yang antara lain dihadiri Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso.

Guna menekan spekulasi pasar, kata dia, dilakukan penguatan infrastruktur logistik, seperti gudang dan "cold storage", serta meningkatkan transparansi informasi harga dan pasokan.

Ia menjelaskan langkah lain yang ditempuh melalui diversifikasi sumber pasokan serta menggelar operasi pasar dan gerakan pangan murah.

Pada triwulan I/2026, inflasi Kota Magelang tercatat berfluktuasi dari 2,76 persen pada Januari, naik menjadi 4,45 persen pada Februari, dan turun ke 3,59 persen pada Maret.

Tekanan inflasi terutama dipicu kenaikan harga komoditas pangan, seperti cabai rawit merah yang mencapai rata-rata Rp57.000 per kilo (per April 2026).

Walau begitu, katanya, kondisi pasokan dan distribusi kebutuhan pokok, termasuk BBM dan elpiji, terpantau aman dan lancar hingga April 2026.

Ia menyebut perbaikan pasokan pada Maret turut menahan laju inflasi.

Ia menjelaskan dinamika inflasi daerah tidak terlepas dari tekanan geopolitik global, seperti ketidakpastian rantai pasok serta fluktuasi harga energi dan pangan dunia yang berdampak hingga daerah, termasuk Kota Magelang.

Dalam konteks tersebut, katanya, ketergantungan Kota Magelang terhadap pasokan dari luar daerah menjadi semakin rentan terhadap gejolak eksternal, terutama komoditas cabai, bawang, dan daging ayam.

Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso mengatakan pengendalian inflasi harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Ia meminta seluruh perangkat daerah bergerak lebih progresif dan adaptif, mengintensifkan gerakan pangan murah, memperkuat pemantauan harga berbasis data, serta mengoptimalkan peran BUMD dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Setiap kebijakan, termasuk penganggaran, ujar dia, harus berdampak nyata dalam menjaga stabilitas harga dan menurunkan tingkat kemiskinan.



Baca juga: Wali kota ajak guru PAI sinergi bangun ekosistem pendidikan inklusif



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026