
Pertamina dan nelayan Cilacap perkuat sinergi jaga keamanan laut

Ini bukan tentang membatasi ruang gerak nelayan, melainkan langkah preventif demi keselamatan bersama
Cilacap (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap bersama para nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan KUD Mino Saroyo memperkuat sinergi dalam menjaga keselamatan wilayah perairan melalui sosialisasi area terlarang dan tertentu di sekitar operasional kilang.
Kegiatan bertema “Kenali Zona Kilang, Nelayan Melaut dengan Tenang” tersebut digelar di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada 8-9 Mei 2026 sebagai upaya meningkatkan pemahaman nelayan terkait zona operasional kilang sekaligus menjaga kelancaran distribusi energi nasional.
Area Manager Communication Relations and CSR RU IV Cilacap Agustiawan mengatakan sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi, juga ruang dialog antara perusahaan dan nelayan untuk membangun kesadaran bersama terkait keselamatan pelayaran.
“Ini bukan tentang membatasi ruang gerak nelayan, melainkan langkah preventif demi keselamatan bersama. Laut adalah ruang hidup bersama, tempat mencari nafkah, sekaligus ruang yang harus dijaga keamanannya secara kolektif,” katanya.
Ia menuturkan sinergi antara Pertamina dan nelayan menjadi faktor penting dalam menciptakan harmoni di wilayah perairan Cilacap yang juga menjadi jalur strategis distribusi energi.
Menurut dia, pemahaman terhadap batas wilayah tertentu di sekitar kilang dapat meminimalkan potensi risiko tanpa mengurangi aktivitas nelayan dalam mencari ikan.
“Kami ingin seluruh pihak dapat saling memahami peran dan batasan masing-masing sehingga aktivitas nelayan tetap berjalan aman dan operasional energi nasional juga terjaga,” katanya.
Ketua HNSI Cilacap Sarjono menyambut baik kegiatan tersebut karena dapat memperkuat komunikasi antara nelayan dan perusahaan yang selama ini sama-sama memanfaatkan ruang laut.
Ia mengibaratkan wilayah perairan Cilacap sebagai sebuah akuarium besar yang dihuni banyak pihak sehingga perlu dijaga bersama agar tetap seimbang.
“Kalau diibaratkan akuarium, maka kita semua, nelayan, Pertamina, dan pihak lainnya hidup dalam satu ruang yang sama. Agar tetap seimbang, kita harus saling menjaga, saling memahami, dan terus bersinergi,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan dari sejumlah instansi terkait, antara lain Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cilacap, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Satpolair Polresta Cilacap, serta tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) RU IV Cilacap.
Materi yang disampaikan mencakup keselamatan pelayaran, regulasi wilayah perairan, hingga mitigasi risiko di sekitar area operasional kilang.
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman bersama Local Hero Kampoeng Kepiting Kutawaru binaan RU IV Cilacap, Rato, yang menyampaikan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan dalam menciptakan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat pesisir.
Melalui sosialisasi tersebut, Pertamina berharap tercipta kesadaran kolektif bahwa keselamatan laut merupakan tanggung jawab bersama sehingga nelayan dapat melaut dengan lebih tenang dan operasional distribusi energi tetap berjalan aman dan andal.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
