
Bulog Tegal optimalkan penyerapan gabah petani hingga puncak panen

Tegal (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Tegal, Jawa Tengah, terus mengoptimalkan penyerapan gabah petani hingga puncak panen raya untuk menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah di di tujuh daerah setempat.
Wakil Pimpinan Perum Bulog Cabang Tegal Wahyu Tri Hutomo saat dihubungi di Tegal, Kamis, mengatakan bahwa hasil penyerapan gabah petani sejak awal Januari 2026 hingga 25 Maret 2026 sudah mencapai 53.236 ton gabah kering panen dan 200 ton beras.
"Kami memperkirakan puncak panen raya gabah pada April 2026. Namun, saat ini, kami sedang melakukan penyerapan gabah di tujuh daerah yang kini sedang memasuki masa panen," katanya.
Sebanyak tujuh daerah tersebut adalah Kabupaten Batang, Kabupaten/Kota Pekalongan, Pemalang, Brebes, dan Kabupaten/Kota Tegal.
Ia mengatakan pihaknya menargetkan penyerapan gabah kering giling pada tahun ini sebanyak 105.827 ton dan 38.674 ton beras.
Kemudian untuk penyerapan gabah pasca-Lebaran, kata dia, mencapai sekitar 1.000 ton hingga 1.800 ton per hari.
"Saat ini, kami terus mengoptimalkan serapan gabah dengan memaksimalkan peran mitra pengadaan serta tim internal melalui program jemput pangan yang turun langsung ke sentra produksi," katanya.
Menurut dia, melalui skema tersebut proses pembayaran kepada petani akan lebih cepat bisa diterima oleh mereka.
"Internal ada tim jemput pangan yang turun langsung dan pembayaran dilakukan melalui transfer ke petani supaya lebih cepat serta transparan. Kalau lewat mitra, mekanismenya menyesuaikan masing-masing," katanya.
Baca juga: Bulog Tegal menyalurkan bantuan pangan untuk 1.075.590 penerima manfaat
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
