Logo Header Antaranews Jateng

Bulog Tegal salurkan 1,6 juta liter Minyakita jaga stabilisasi harga

Sabtu, 18 April 2026 14:05 WIB
Image Print
Aktifitas droping Minyakita di salah satu pasar tradisional di Tegal, belum lama ini. (ANTARA/HO-Humas Bulog Tegal)

Tegal (ANTARA) - Perum Bulog Tegal, Jawa Tengah, menyalurkan 1,6 juta liter Minyakita kepada pasar pencatatan harga, pengecer, Rumah Pangan Kita, dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya menjaga stabilisasi harga komoditas itu di pasaran.

Pimpinan Bulog Cabang Tegal Agung Rohman, di Tegal, Sabtu, mengatakan bahwa penyaluran Minyakita periode Januari 2026 hingga April 2026 ini dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi yaitu Rp15.700 per liter.

"Kami mendapat penugasan untuk mendistribusikan Minyakita dimana 35 persen dari produksi dari BUMN salah satunya Bulog. Untuk Bulog Tegal sudah menyalurkan pada semua sasaran baik pasar maupun pedagang non-pasar," katanya.

Menurut dia, sejumlah pasar tradisional yang menjadi sasaran distribusi Minyakita antara lain Pasar Pagi Kabupaten Batang, Pasar Grogolan Kota Pekalongan, Pasar Pagi Pemalang, Pasar Pagi Kota Tegal, Pasar Kajen Pekalongan, Pasar Trayeman Kabupaten Tegal, dan Pasar Induk Brebes.

"Semua sudah dilakukan droping secara berkala agar pasokan Minyakita di pasar itu tetap terjaga. Penyaluran Minyakita ini tidak termasuk penyaluran untuk bantuan pangan," katanya.

Bulog Tegal memiliki tujuh wilayah penyaluran Minyakita yaitu, Kabupaten Brebes, Kota/Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kota/Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang.

Ia mengatakan persentase penugasan distribusi Minyakita oleh Badan Usaha Milik Negara ada rencana penambahan lebih dari 35 persen agar para pedagang nantinya akan menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi.

"Tidak ada target, kita mendapat penugasannya 35 persen itu karena untuk stabilisasi, bahkan rencana dari pusat persentasenya akan dinaikkan, akan ditambah mungkin bisa 50 persen atau 60 persen. Kalau Bulog mendistribusikan sesuai ketentuan harga jual dan harga beli, jadi diharapkan pedagang menjual sesuai HET," katanya.




Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026