Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menekankan pentingnya revitalisasi museum sehingga relevan bagi generasi muda.
Di sela kegiatan sosialisasi museum bertajuk Afternoon Tea in Museum yang diselenggarakan di Museum Radyapustaka Solo, Jawa Tengah, Jumat, Astrid mengatakan revitalisasi museum diperlukan dari sekadar tempat penyimpanan artefak menjadi ruang perjumpaan budaya yang hidup, dinamis, dan relevan bagi generasi muda.
Ia juga menekankan pentingnya keberadaan Museum Radyapustaka yang berdiri sejak tahun 1890 sehingga merupakan museum tertua di Indonesia. Berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, museum ini menyimpan berbagai koleksi bersejarah, mulai dari naskah kuno, arca, pusaka adat, wayang, hingga literatur penting yang menjadi rujukan budaya Jawa dan nusantara.
Dalam sambutannya, Astrid menegaskan posisi strategis Radyapustaka sebagai penjaga identitas dan spiritualitas Kota Surakarta. Ia mengungkapkan museum ini memiliki koleksi internasional yang menunjukkan kuatnya diplomasi budaya Surakarta sejak masa lampau.
“Keistimewaan Radyapustaka bukan hanya pada usianya, tetapi juga pada keragaman koleksinya yang berasal dari mancanegara. Kita memiliki naskah dari Belanda, porselen dan biola dari Prancis, keramik dari Tiongkok, guci bersejarah dari Jepang, wayang dari Thailand, hingga senjata tradisional dari Filipina,” ujar Astrid.
Keragaman ini menjadi bukti bahwa hubungan kebudayaan global telah terbentuk kuat di Surakarta dan penting untuk terus dikonservasi.
Untuk meningkatkan kunjungan, khususnya dari kalangan Generasi Z, Astrid mendorong inovasi acara museum. Menanggapi konsep Afternoon Tea, ia mengusulkan penguatan kearifan lokal melalui konsep Wedangan.
“Saya mengusulkan agar ke depan kita menyajikan menu Wedangan, seperti wedang uwuh atau teh telang yang dikemas menarik sebagai pengalaman baru bagi pengunjung. Ini bisa membuat anak-anak muda merasa lebih dekat dan relevan dengan museum,” katanya.
Astrid juga mengapresiasi terobosan museum melalui penyelenggaraan Festival Rajamala, yang dinilainya sebagai pendekatan tematik yang segar.
Ia mengatakan Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen memperkuat pengembangan museum melalui peningkatan kualitas kuratorial, pembaruan metode edukasi, serta pemanfaatan teknologi digital agar informasi koleksi semakin mudah diakses publik.
“Mari kita hidupkan museum sebagai ruang belajar, ruang dialog, dan pusat peradaban yang membanggakan Kota Surakarta,” katanya.
Sementara itu, acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Museum Jawa Tengah Ranggawarsito, Kepala BPK Wilayah X, serta para budayawan dan kurator.

