Logo Header Antaranews Jateng

Sumur minyak tua di Kabupaten Blora tercatat 334 sumur

Kamis, 28 Agustus 2025 08:37 WIB
Image Print
Sumur minyak tua peninggalan Belanda yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (ANTARA/Gunawan.)

Blora (ANTARA) - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan mencatat jumlah sumur minyak tua peninggalan Belanda yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencapai 334 sumur.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 264 sumur dikelola oleh badan usaha milik daerah (BUMD), 54 sumur oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Jiken, dan 16 sumur oleh KUD Jati," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan Blora Hadi Susanto, di Blora, Rabu.

Ia mencatat sebagian besar sumur tersebut berada di wilayah utara Blora yang sejak lama dikenal sebagai ladang minyak rakyat.

Di antaranya, tersebar di Kecamatan Jati, Jiken, Randublatung, Kradenan, dan Jepon. Beberapa titik lainnya juga ditemukan di Kecamatan Cepu dan sekitarnya.

"Berdasarkan catatan kami, yang masih aktif ditambang masyarakat dengan sistem tradisional hanya sebagian. Sisanya sudah tidak produktif, bahkan ada yang ditutup karena alasan keselamatan," ujarnya.

Menurut dia, aktivitas pengeboran sumur tua seharusnya dilakukan melalui mekanisme kerja sama antara BUMN Migas dengan koperasi rakyat. Namun, masih ditemukan praktik penambangan ilegal di sejumlah titik.

"Kondisi itu berbahaya karena berpotensi menimbulkan kebakaran hingga pencemaran lingkungan. Sumur tua ini memang warisan sejarah, tetapi pengelolaannya harus sesuai aturan. Jika dibiarkan ilegal, potensi bahayanya sangat besar," ujarnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Blora Keluk Pristiwahana menilai keberadaan sumur tua menjadi bagian dari kehidupan warga setempat.

"Sejak zaman kakek buyut, orang sini hidup dari minyak. Kami berharap pemerintah bisa memberikan solusi agar pengelolaan lebih aman sekaligus menyejahterakan warga," ujarnya.

Ia berharap ke depan sumur tua di Blora dapat dilengkapi dengan teknologi yang lebih baik serta mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sehingga aktivitas pertambangan tidak hanya bermanfaat bagi ekonomi warga, tetapi juga aman bagi lingkungan.

Sebagai informasi, Blora merupakan salah satu daerah penghasil minyak tertua di Indonesia. Sejak masa kolonial, wilayah ini telah menjadi pusat eksplorasi migas, dan hingga kini masih menyisakan ratusan sumur tua meski sebagian besar produksinya terus menurun.

Baca juga: Polres Blora tegaskan larangan pengeboran minyak pribadi



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026