
Sudaryono buka peluang partisipasi Bolone Mase ikut bangun pertanian

Solo (ANTARA) - Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono membuka peluang partisipasi Bolone Mase untuk ikut membangun Bangsa Indonesia khususnya di bidang pertanian.
Pada konsolidasi relawan Bolone Mase di Solo, Jawa Tengah, Senin malam, Sudaryono mengatakan Bolone Mase bisa ikut ambil bagian sebagai mata, telinga, corong dari program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Apakah itu program yang sifatnya kerakyatan dan tentu saja di bidang kami pertanian ya. Apakah nanti ikut andil di banyak. Intinya kita konsolidasi karena program pemerintah itu untuk seluruh rakyat,” katanya.
Ia menilai Bolone Mase memiliki struktur yang lengkap, mulai dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan. Oleh karena itu, kelompok relawan tersebut memiliki potensi besar untuk terlibat aktif dalam derap langkah pembangunan.
Apalagi, diakuinya, Bolone Mase menjadi bagian tidak terpisahkan pada pemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
"Bagaimana kawan-kawan yang ikut berjuang dulu, ikut mendorong, ikut mensosialisasikan, ikut mengabarkan hal-hal atau capaian baik pemerintah, karena kalau kita lihat isu efisiensi bagaimana terjadi missleading di masyarakat. Ini saya kira butuh penjelasan. Nggak butuh dengan sosmed, nggak butuh dengan berita dan lain-lain, kami berharap saluran-saluran offline ini bisa betul-betul membantu,” katanya.
Terkait hal itu, Koordinator Nasional (Kornas) Bolone Mase Kuat Hermawan Santoso mengatakan konsolidasi rutin digelar tiga bulan sekali.
“Kebetulan hadir menemani kami malam ini Mas Wamentan. Alhamdulillah tadi Mas Sudaryono menjelaskan program-program baik pemerintah. Kami juga sampaikan masukan konstruktif agar bisa menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Ia mengatakan satu hal yang didorong adalah bagaimana pertanian makin mendapatkan sentuhan riset, teknologi, dan berbagai inovasi lain dengan tujuan pertanian menjadi pilihan utama anak muda, di samping soal swasembada beras.
“Harapannya agar ada regenerasi petani. Kebetulan basis teman-teman Bolone Mase di pedesaan yang notabene agraris. Alhamdulillah diijelaskan capaian-capaian pemerintah yang sudah dan akan dilakukan,” katanya.
Sementara itu, ia melihat program ketahanan pangan dam swasembada beras sudah berjalan baik.
“Kita sudah swasembada, harga sudah bagus,” katanya.
Menurut dia, tahapan selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan riset pertanian.
“Rata-rata di Jawa panen padi itu per hektare di angka 5,5-6,5 ton, bisa nggak ke depan dengan riset benih padi atau tanaman pangan yang lain 7-8 ton,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
