
Mengaktifkan dukungan orang tua kepada pemangku sekolah

Paguyuban kelas merupakan sarana komunikasi antara kebutuhan murid dengan guru. Kerja sama ini akan berdampak pada aktifnya kegiatan sekolah.
Semarang (ANTARA) - Upaya membentuk budaya aktif orang tua murid sangatlah penting. Kepala sekolah terus melakukan pendekatan, baik personal maupun sosial.
Membuat organisasi komite dan kelompok paguyuban menjadi sasaran utama dalam peningkatan keaktifan orang tua murid. Hal tersebut juga menjadi langkah dalam memberdayakan orang tua murid dengan perannya sebagai pendidik.
Pelibatan dan pengembangan peran orang tua dilakukan melalui peran masing-masing sebagai komite dan ketua paguyuban kelas. Masing-masing paguyuban kelas mempunyai program yang diketahui oleh komite untuk didiskusikan bersama pihak sekolah. Peningkatan paguyuban dimulai dari kelas satu sampai kelas enam. Koordinasi dilakukan melalui pembiasaan dengan mendatangkan inspirator, proyek urban farming, outing kelas, dan berwirausaha.
Komite aktif
Pengaktifan komite dan pembuatan program bersama merupakan permulaan kerja sama dengan orang tua. Dilanjutkan dengan menentukan tujuan dan misi, membuat struktur komite, dan mengidentifikasi kebutuhan. Bersama anggota komite, rencana kerja dibuat secara terperinci yang mencakup tujuan jangka pendek dan panjang.
Pengaktifan paguyuban
Program yang dibuat komite sebagian besar merupakan kegiatan yang akan dilakukan oleh orang tua murid. Mengaktifkan orang tua murid akan menjadikan lancarnya semua kegiatan. Memberikan kepercayaan dalam beberapa program untuk orang tua murid dapat meningkatkan kerjasama yang baik.
Peran orang tua dalam pendidikan
Dimilikinya paguyuban aktif dengan program kelasnya masing-masing sangat berpengaruh terhadap murid dan sekolah. Hasil yang dirasakan dari program inspirasi sangat bermanfaat karena murid dapat mengenal profesi yang dimiliki orang tuanya. Kegiatan setiap hari besar nasional akan dilakukan seperti gelar karya dan market day. Kegiatan ini dapat menanamkan jiwa kewirausahaan pada murid dan meningkatkan rasa kekeluargaan antara orang tua dan guru.
Keterlaksanaan kegiatan ini diiringi dengan antusiasme murid, guru, dan orang tua. Hal ini menjadi pertanda jika serangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Antusiasme dari seluruh pihak membuktikan jika kegiatan yang dilakukan sangat menarik dan kebermanfaatannyapun banyak. Peningkatan kerja sama orang tua murid dengan pihak sekolah semakin erat dan menumbuhkan kepercayaan yang tinggi pada sekolah.
Setelah melakukan kegiatan program kerja sama dengan wali murid, hasil yang didapat adalah karya siswa dapat menjadi sumber usaha. Selain itu, sinergi dari orang tua juga meningkat. Hasil gelar karya dan bazar dapat digunakan sebagai hasil wirausaha masing-masing paguyuban kelas.
Paguyuban kelas merupakan sarana komunikasi antara kebutuhan murid dengan guru. Melalui program kegiatan yang erat hubungannya dengan kerja sama orang tua dapat mempererat ikatan kelas maupun sekolah. Kerja sama ini akan berdampak pada aktifnya kegiatan sekolah.
Kegiatan yang dilakukan orang tua harus disesuaikan dengan kebutuhan murid. Keberhasilan pelaksanaan program sekolah penuh dukungan dari wali murid. Hal ini pun berdampak pada kemajuan sekolah. Adanya rasa kebersamaan serta komunikasi yang baik dalam menuntaskan pendidikan melalui peran aktif orang tua. ***
* Lia Maylani Hendriyanti, S.Pd., M.Pd adalah
Kepala SDN Jatisari Kota Semarang &
Fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation
Pewarta: Lia Maylani Hendriyanti*
Editor:
Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2026
