Logo Header Antaranews Jateng

Seorang Babinsa meninggal terinjak gajah liar

Kamis, 5 Maret 2020 13:19 WIB
Image Print
Gajah sumatera liar yang sudah dipasangi kalung GPS di Provinsi Riau. ANTARA/HO-BBKSDA Riau

Palembang (ANTARA) - Seorang Bintara Pembina Desa yang bertugas di Kodim 04/02 Ogan Komering Ilir, Kodam II/Sriwijaya Sertu Iskandar Zulkarnain, tewas diinjak gajah liar saat mereka mengusir binatang dilindungi itu karena sudah masuk perkampungan.

Peristiwa ini bermula saat seekor gajah liar memasuki perkebunan hingga ke pemukiman warga Dusun Belanti, Desa Banyu Biru, Kecamatan Air Sugihan, Ogan Komering Ilir (OKI).

Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Inf Djohan Darmawan dalam keterangannya di Palembang, Kamis mengatakan Babinsa tersebut bersama rekannya Serma Sugianto mengusir gajah untuk menyelamatakan warga.

Baca juga: Gajah liar berkaki buntung ditemukan mati mengenaskan

Korban datang ke lokasi setelah mendapat kabar ada seekor gajah liar yang masuk dan mengamuk di permukiman warga.

Saat hendak mengusir gajah itu, gajah liar tersebut justru menyerang kedua korban. Keduanya berusaha menyelamatkan diri dengan cara berlari.

"Namun saat berlari, korban terjatuh dan akhirnya diinjak gajah liar tersebut," ujar Kapendam.

Menurut dia, Sertu Iskandar Zulkarnain tewas ketika berusaha menyelamatkan warga dari amukan gajah liar. Kini, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Banyuasin untuk segera dimakamkan.

Mengenai masalah tersebut, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan penghargaan kepada almarhum dengan menaikan pangkatnya satu tingkat menjadi Serka Anumerta.

Baca juga: 11 gajah liar dekati permukiman warga Riau



Pewarta:
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2026