Musim hujan, tanaman cabai di Temanggung diserang patek

id tanaman cabai, temanggung, patek

Musim hujan, tanaman cabai di Temanggung diserang patek

Buah cabai mengering dan membusuk setelah diserang patek. (ANTARA/Heru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Beberapa petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyampaikan tanaman cabainya diserang penyakit patek pada musim hujan kali ini sehingga produksinya turun.

Petani di Dusun Sroyo, Kelurahan Madureso, Slamet di Temanggung, Senin, mengatakan tanaman cabai yang diserang patek menyebabkan hasil panen kering dan rusak.

Ia mengaku menanam 1.000 batang tanaman cabai rawit merah, namun lebih dari 50 persennya telah terserang penyakit patek.

Baca juga: Tanaman cabai lereng Gunung Slamet terserang patek
Baca juga: Cabai keriting di Temanggung dihajar patek


"Semula hanya muncul bintik-bintik warna cokelat pada buah cabai, lama-kelamaan makin kering lalu membusuk," katanya.

Cabai yang sudah terserang patek, menurut dia tidak bisa dimanfaatkan lagi, sehingga tidak ada cara lain selain membuang cabai yang sudah terkena patek tersebut.

Ia mengatakan telah mencoba berbagai jenis pestisida untuk mengatasi serangan patek, namun semua upayanya sia-sia. Patek makin menyebar pada tanaman cabai lainnya yang semula masih sehat.

"Kalau sudah terkena patek maka tidak laku dijual," katanya

Ia menuturkan setelah usia tanaman 3,5 bulan biasanya sudah panen. Panen dilakukan tiap tiga hari sekali, bisa sampai 30 kali petik.

Jika hasilnya bagus, katanya tiap panen bisa mendapat 60 kilogram cabai sekali petik, namun karena saat ini terkena patek maka panenan yang bisa dijual tidak sampai 60 kilogram dalam sekali petik.

Menurut dia harga cabai rawit merah di tingkat petani saat ini mencapai Rp60 ribu per kilogram. Sedangkan harga di pasar bisa mencapai Rp85 ribu per kilogram.

"Harga tersebut sudah termasuk tinggi, karena memang kondisi panen saat ini tidak bisa maksimal karena penyakit patek tersebut. Dalam kondisi normal harga cabai di pasarkan berkisar Rp20.000 hingga Rp25.000 ribu per kilogram," katanya.

Petani yang lain Ratno, juga menyampaikan hal yang sama, sebagian besar tanaman cabainya juga terserang patek.

Ia menanam 1.500 tanaman cabai rawit merah, berbagai upaya untuk menanggulangi patek, namun tidak berhasil.

"Dalam kondisi seperti sekarang, kami memanen cabai tidak sampai menunggu merah dan alhamdulillah masih ada yang bisa dipanen dan harganya tinggi, meskipun sebagian tanaman diserang patek," katanya. 

Baca juga: Tanaman Cabai di Lereng Sumbing Terserang Patek
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar