Logo Header Antaranews Jateng

Desa terdampak banjir di Kabupaten Pati berkurang

Kamis, 22 Januari 2026 21:50 WIB
Image Print
Satu sampan disiapkan di depan rumah warga Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang tergenang banjir. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Pati (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mencatat jumlah desa terdampak banjir di daerah itu berkurang menjadi 60 desa tersebar di tujuh kecamatan, sedangkan sebelumnya 136 desa tersebar di 12 kecamatan.

"Berdasarkan data per Rabu (21/1), jumlah desa terdampak banjir yang terjadi sejak 9 Januari 2026 berkurang menjadi 60 desa karena banyak wilayah yang mulai surut," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya di Pati, Kamis.

Rinciannya, di Kecamatan Pati tujuh desa, Juwana (23), Kayen (5), Jakenan (8), Sukolilo (3), Dukuhseti (3), dan Gabus (11).

Jumlah rumah terdampak 8.998 unit dengan 10.790 keluarga atau 29.712 jiwa. Jumlah pengungsi 563 keluarga atau 1.624 jiwa tersebar di tempat umum dan tempat saudara/kerabat yang tidak terdampak banjir.

Upaya yang dilakukan, kata dia, melaksanakan koordinasi dengan forkopimda serta pemerintah mulai dari kabupaten, kecamatan, serta desa terkait dengan penyiapan tempat evakuasi untuk pengungsi.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga warga keselamatan maupun kesehatan dikarenakan curah hujan yang masih tinggi," ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak banjir, BPBD bersama sejumlah pihak terkait juga mendirikan dapur umum di semua kecamatan yang terdampak.

Sulis, salah satu warga Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan mengakui sejak sepekan lebih terdampak banjir.

"Pengalaman sebelumnya, banjir surut butuh waktu lama, sekitar sebulan lebih karena banjir yang terjadi selain faktor curah hujan tinggi juga limpasan air Sungai Silugonggo," ujarnya.

Ahmad Muzaidun, warga Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan mengakui rumahnya hingga kini masih terdampak banjir.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026