
Realisasi investasi di Batang capai Rp7 triliun

Batang (ANTARA) - Pemerintah Daerah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mencatat nilai pencapaian investasi selama 2025 mencapai Rp7 triliun dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar Rp6 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang Margo Santosa di Batang, Kamis, mengatakan bahwa sebanyak 23 sektor industri yang menanamkan modal di daerah ini mulai dari industri berat hingga perumahan.
"Akan tetapi, pencapaian investasi ini didominasi oleh penanaman modal asing yang menyentuh angka Rp5,14 triliun sedangkan dari penanaman modal dalam negeri berkontribusi sebesar Rp1,86 triliun," katanya.
Menurut dia, aliran modal ini membawa dampak nyata bagi masyarakat lokal yaitu adanya penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 25.633 orang.
Kemudian, kata dia, untuk lima sektor penopang utama yang masuk terdapat lima bidang yang menjadi penyumbang terbesar bagi kas investasi daerah yaitu industri logam dasar dan barang Logam senilai Rp1,2 triliun, perumahan, kawasan industri dan Perkantoran senilai Rp834 miliar, dan industri barang dari kulit dan alas kaki Rp750 miliar dengan total jumlah penyerapan tenaga kerja 3.201 orang.
Selanjutnya industri lain berkontribusi senilai Rp668,6 miliar, listrik, gas, dan air Rp492,4 miliar, usaha mikro Rp251,4 miliar.
"Dengan realisasi investasi sebesar Rp251,4 miliar, sektor ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 12.682 orang. Posisi ini kemudian disusul oleh industri kayu serta industri barang dari kulit dan alas kaki," katanya.
Ia yang didampingi Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Sri Cahyaningrum mengatakan berdasar data sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik (sistem online single submission) terdapat 688 usaha besar di daerah ini baik dalam bentuk perusahaan maupun usaha perorangan.
"Perusahaan tersebut ada yang berada di dalam kawasan industri maupun di luar kawasan industri. Dengan infrastruktur yang terus berkembang, kami memprediksi daerah ini akan terus menjadi primadona bagi para investor di masa depan," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
