Air hujan dimanfaatkan untuk cadangan selama musim kemarau

id cadangan air bersih,kebutuhan air bersih,kekurangan air,pemerintah jawa tengah

Air hujan dimanfaatkan untuk cadangan selama musim kemarau

Dokumentasi - Warga mengambil air keruh dari sumur buatan di tengah waduk yang saat kemarau mengering guna memenuhi kebutuhan sehari-hari di Desa Bentulan, Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah. FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Semarang (ANTARA) - Anggota DPRD mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan air hujan untuk cadangan air bagi masyarakat selama musim kemarau.

"Kami mendorong bagaimana Pemprov Jateng bisa merekayasa anugerah dari Tuhan berupa air hujan menjadi sumber daya air yang nantinya akan menjadi cadangan air bersih selama musim kemarau," kata anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Nur Sa'adah di Semarang, Senin.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bisa menjalankan upaya-upaya untuk menyimpan air hujan sebagai cadangan air bersih warga, apalagi pemprov sudah membangun 81 embung pada tahun 2018 dan 11 embung pada tahun 2019.

Baca juga: Saat Puasa, Kebutuhan Air Bersih Diprediksi Naik

Baca juga: Tahun 2019, Kebutuhan Air Bersih Warga Terpenuhi

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Warga, Air Kali Pepe Diolah Jadi Air Bersih


"Ketika masuk musim kemarau cadangan air hujan yang sudah direkayasa bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Selama ini memang sudah berusaha untuk bisa menyediakan air bersih bagi masyarakat sebagai kebutuhan dasar sehingga tidak hanya Dinas Pusdataru yang bekerja, tetapi juga Dinas ESDM dan Dinas Lingkungan Hidup.

Dinas-dinas terkait bisa mendukung pembuatan sumur resapan atau biopori agar air hujan yang turun bisa meresap dan tersimpan di dalam tanah.

Upaya tersebut, politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu melanjutkan, akan bisa meringankan beban masyarakat saat sediaan air menyusut selama musim kemarau.

Baca juga: Warga Jual Sapi Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar