Untuk cadangan, Pemprov Jateng didorong merekayasa hujan jadi air bersih

id musim hujan,air bersih

Untuk cadangan, Pemprov Jateng didorong merekayasa hujan jadi air bersih

Rekayasa Cuaca Mencegah Banjir Awan hitam tampak terlihat menyelimuti kota Jakarta, Jumat (13/12). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemprov DKI Jakarta akan menjalankan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) kembali. Anggaran yang dikeluarkan untuk TMC sebesar Rp 28 miliar dan akan dimulai pada pertengahan Desember ini. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Semarang (ANTARA) - Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah mendorong pemerintah provinsi setempat untuk terus melakukan upaya rekayasa air hujan menjadi air bersih sehingga bisa menjadi cadangan bagi masyarakat saat musim kemarau.

"Kami mendorong bagaimana Pemprov Jateng bisa merekayasa anugerah dari Tuhan berupa air hujan menjadi sumber daya air yang nantinya akan cadangan air bersih selama musim kemarau," kata anggota Komisi D DPRD Jateng Nur Sa'adah di Semarang, Senin.

Menurut dia, rekayasa tersebut bisa dituangkan melalui program-program Pemprov Jateng yang hendaknya bisa mencukupi dari kebutuhan air bersih di masyarakat.

Baca juga: Jateng berkomitmen sediakan air bersih dan sanitasi sehat

Ia menyebutkan selama ini Pemprov Jateng sudah berusaha dengan pembuatan 81 embung pada 2018 dan di 2019 dibangun 11 embung.

"Selama ini memang sudah berusaha, untuk bisa menyediakan air bersih bagi masyarakat sebagai kebutuhan dasar sehingga tidak hanya Dinas Pusdataru yang bekerja tetapi juga Dinas ESDM dan Dinas Lingkungan Hidup," ujarnya.

Masing-masing dinas dengan program unggulannya, kata dia, bisa membuat sumur resapan dan biopori untuk menampung air hujan meresap ke tanah sebagai salah satu bentuk rekayasa air hujan.

"Ketika masuk musim kemarau cadangan air hujan yang sudah direkayasa bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu berharap dengan adanya rekayasa hujan itu bisa mengurangi dampak dari musim kemarau, khususnya terkait dengan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Baca juga: Dirjen: Penyediaan air bersih nasional baru 74 persen
Baca juga: Wapres: Sanitasi dan air bersih penting cegah kekerdilan
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar